Mencegah Beri-beri
Jika karbohidrat dan lemak adalah bahan bakar bagi tubuh,
maka vitamin merupakan senyawa yang menjaga tubuh agar dapat berfungsi dengan
baik. Setiap hari, Anda membutuhkan beragam vitamin yang bisa diperoleh dari
makanan, minuman, atau dari suplemen.
Salah satu vitamin yang penting bagi tubuh adalah vitamin B.
Kekurangan vitamin B, terutama B1, menyebabkan penyait beri-beri yang berbahaya
bagi tubuh.
Penyakit beri-beri adalah kondisi yang diakibatkan oleh
kurangnya vitamin B1 atau tiamin pirofosfat dalam tubuh. Tiamin pirofosfat atau
tiamin berfungsi sebagai koenzim pembentukan glukosa dan digunakan dalam jalur
metabolisme lainnya. Secara singkat, vitamin B1 atau tiamin adalah nutrisi yang
membantu tubuh mengubah makanan menjadi sumber energi dan menjaga fungsi
jaringan tubuh.
Beri-beri ada 3 jenis, yaitu:
beri-beri kering: Beri-beri kering umumnya terjadi pada
penderita dengan konsumsi kalori rendah dan minim olahraga, yang mengakibatkan
sistem saraf seperti gerakan motorik, sensorik, dan refleks terganggu,
khususnya pada otot bagian bawah tubuh.
Dalam kondisi yang parah, sindrom Wernicke – Korsakoff dapat
terjadi, dengan gejala seperti muntah, nistagmus horizontal atau tremor kecil
pada mata, penurunan fungsi penglihatan, demam, ataksia atau penyakit yang
mengganggu saraf motorik, dan kerusakan mental secara progresif. Hanya sebagian
dari penderita dapat sembuh dari penyakit ini, khususnya jika sudah mencapai
tahap kritis.
Beri-beri basah: Beri-beri basah umumnya menyerang organ
jantung. Intensitas penyakit ini dibagi menjadi 3 tahap yang saling berkaitan, mulai
dari potensi edema, cedera otot jantung, hingga penyakit beri-beri
kardiovaskular akut (Shoshin beri-beri).
Secara umum, peningkatan aktivitas jantung akan
mengakibatkan retensi garam dan air pada ginjal. Jika didiamkan, kondisi ini
berpotensi mengakibatkan retensi cairan di seluruh tubuh (edema).
Edema yang tidak ditangani dapat mengakibatkan jantung
bekerja ekstra keras untuk memasok cairan dan oksigen untuk memenuhi kebutuhan
organ lainnya. Hal ini berpotensi mengakibatkan otot jantung cedera dan memicu
gejala seperti takikardia (gangguan denyut jantung), hipertensi, serta nyeri
dada.
Beri-beri jantung: Sedangkan, beri-beri jantung ditandai
rasa tekanan di ulu hati, sesak napas, dan berdebar-debar dalam menjalankan
kegiatannya. Kelamaan, gejala ini muncul tanpa ada kegiatan, mendadak, dan
langsung berat dan penderita bisa meninggal dalam waktu singkat.
Gejala Penyakit Beri-beri
Berikut adalah gejala penyakit beri-beri kering yang mungkin
dialami:
Kesulitan berjalan.
Nyeri hingga kehilangan fungsi otot tubuh.
Merasakan sensasi geli di titik tertentu.
Kehilangan kemampuan rasa atau sensasi di tangan atau kaki.
Kelumpuhan tungkai bagian bawah.
Nistagmus atau tremor/kejang pada mata.
Kesulitan berbicara.
Linglung.
Mual.
Sedangkan gejala penyakit beri-beri basah yang mungkin
dialami adalah:
Napas pendek saat melakukan aktivitas tertentu.
Kesulitan bernapas saat tidur.
Denyut jantung meningkat.
Pembengkakan di tungkai bagian bawah.
alam kasus tertentu, penyakit beri-beri dapat diasosiasikan
dengan sindrom Wernicke – Korsakoff, yaitu kerusakan otak yang diakibatkan oleh
defisiensi tiamin. Beberapa gejala yang dapat dialami meliputi:
Linglung.
Kehilangan kemampuan mengingat dan meresap memori yang baru.
Halusinasi.
Kehilangan koordinasi otot.
Masalah penglihatan, seperti penglihatan ganda atau kejang
mata.
Risiko seseorang menderita penyakit beri-beri terkait dengan
kebiasaan mengonsumsi beras giling (tanpa kulit) , mengonsumsi alkohol secara
berlebihan, dan jarang mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B1. Adapun
beberapa faktor lain yang juga dapat memicu seseorang terserang penyakit ini
adalah:
Kelainan genetik (jarang terjadi).
Hipertiroidisme (kelenjar tiroid overaktif).
Menjalani cuci darah (hemodialisis).
Mengidap AIDS.
Baru melakukan bedah bariatrik atau penurunan berat badan
bagi penderita obesitas.
Mengonsumsi obat diuretik secara jangka panjang.
Mual dan muntah berlebih saat hamil.
Ibu menyusui.
Untuk mencegah terserang penyakit beri-beri, terdapat
serangkaian makanan dengan kandungan tiamin tinggi yang dapat dikonsumsi, di
antaranya:
Daging.
Ikan.
Kacang-kacangan (khususnya kacang polong).
Biji-bijian.
Nasi.
Susu.
Sereal.
Asparagus.
Bayam.
Labu Acorn.
Taoge.
Bit hijau.
Hindari memproses atau memasak makanan tersebut untuk waktu
yang lama karena akan menurunkan kadar tiamin yang terkandung di dalamnya.
Usahakan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan
antitiamin, seperti teh, kopi, dan kacang pinang.
Selain itu, tubuh tidak mampu meresap tiamin dalam kondisi
panas. Untuk itu, hindari konsumsi alkohol berlebih untuk menekan risiko
terserang penyakit beri-beri. Konsumsi suplemen vitamin B1 secara rutin
berdasarkan resep dokter bisa dilakukan untuk menggantikan kadar tiamin yang
hilang.
Bagi ibu yang memiliki bayi, pastikan untuk memeriksa
kandungan vitamin B1 di dalam susu formula sebelum membeli, agar kebutuhan zat
tersebut pada sang bayi bisa terpenuhi.
Penyakit beri-beri dapat dicegah dengan memenuhi kebutuhan
nutrisi tubuh akan vitamin B1, yaitu antara 1.1-1.2 mg per hari. Beberapa
makanan yang dapat dimasukkan dalam menu harian keluarga adalah makanan tinggi
serat, daging, unggas, telur, susu dan produk susu, sayuran berdaun hijau, bit,
kentang, kacang-kacangan, jeruk, dan tomat. Ada juga beberapa makanan maupun
minuman yang justru menghalangi penyerapan vitamin B1 dalam tubuh misalnya,
makanan tinggi lemak dan gula, udang, kerang, ikan, processed food, teh, dan
kopi.
Penyakit beri-beri secara umum dapat disembuhkan menggunakan
suplemen tiamin, baik yang diminum secara oral atau melalui suntikan untuk
mengganti kandungan tiamin yang kurang dalam tubuh.
NUTRILITE Natural B Complex mengandung tujuh jenis vitamin B
yang berbeda untuk membawa keseimbangan dan semangat ekstra ke dalam hidup
Anda.
Tujuh vitamin B (B1, B2, B3, B5, B6, asam folat dan B12),
ditambah Inositol dan PABA (Para-AminoBenzoic-Acid), NUTRILITE Natural B
Complex menyediakan salah satu sumber alami vitamin B yang terkaya.
Suplemen vitamin membantu melepaskan energi dari lemak,
karbohidrat dan protein. Mereka juga penting untuk perkembangan sel darah
merah, serta fungsi normal dari sistem saraf.
Hanya tiga tablet per hari untuk memenuhi persyaratan
vitamin B.
Manfaat
Vitamin B sangat penting untuk perkembangan sel darah merah,
metabolisme energi, pembentukan darah, fungsi saraf, dan pembentukan kulit yang
sehat.
Secara alami berasal dari ragi berbudaya yang mudah dicerna
dan diasimilasi.
Ragi dalam suplemen ini telah diproses secara hati-hati
dalam kaldu tanaman yang dapat larut untuk meningkatkan nilai nutrisi tertentu
selama tahap pertumbuhan. Ragi kering menyediakan enam vitamin B esensial.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar