TIDAK PERLU TAKUT DENGAN PARABEN
Paraben adalah topik hangat yang
diperbincangkan di dunia kecantikan dan kesehatan beberapa tahun terakhir ini.
Namun, berapa banyak orang yang benar-benar mengetahui apa itu paraben dan apa
dampaknya pada kesehatan? Konsumen perlu membaca informasi yang dapat dipercaya
mengenai paraben untuk meluruskan kebingungan, karena paraben tidak beracun,
tidak menyebabkan kanker, maupun bersifat mutagenik pada manusia.
Paraben digunakan sebagai
pengawet pada produk kosmetik dan farmasi. Paraben membantu mencegah timbulnya
jamur dan bakteri, melindungi konsumen, dan menjaga kualitas produk. Dalam
istilah kimia, paraben merupakan ester dari p-hydroxybenzoic acid. Jenis paraben
yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparaben,
propylparaben, and butylparaben. Banyak produk perawatan yang mengandung
paraben, seperti shampoo, gel cukur, pelumas, farmasi, riasan wajah, losion dan
pasta gigi.
Konsumen mulai mendengar bahwa
paraben adalah penyebab reaksi alergi, kanker payudara, aktivitas estrogenik
dan paparan matahari. Perusahaan kosmetik mengalami kerugian karena skandal
paraben ini, sehingga mereka memproduksi kosmetik organik bebas paraben. Namun,
hingga saat ini, tidak ada penelitian profesional yang membuktikan bahwa
paraben menyebabkan kanker dan penyakit lainnya
Perlukah Anda menghindari
paraben? Tentu, sesuatu yang berlebihan dapat membahayakan, namun jumlah
paraben yang sedikit pada produk Anda tidak akan mengganggu kesehatan Anda.
Pada tahun 1984, organisasi Cosmetic Ingredient Review menyatakan bahwa paraben
adalah kandungan yang aman digunakan pada produk kosmetik. Namun, setelah
penelitian pada tahun 2004, Cosmetic Ingredient Review melakukan penelitian
sekali lagi di tahun 2005 untuk membuktikan dampak paraben pada kesehatan.
Banyak penelitian pada bayi dan wanita yang menemukan bahwa kadar paraben yang
sangat kecil pada produk tidak menyebabkan kanker atau membahayakan kesehatan
Anda.
Ada 2 cara paraben terserap ke
dalam tubuh:
melalui kulit dan melalui mulut.
Kosmetik, produk kecantikan, dan
perawatan memiliki paraben yang memasuki tubuh melalui kulit. Setelah itu,
paraben termetabolisme sempurna sebelum masuk ke sistem peredaran dan dikeluarkan
melalui urin. Kesimpulannya adalah, tidak mungkin bahwa paraben dalam dosis
kecil di produk perawatan kulit dapat menyebabkan kanker.
Pentingnya paraben
Sebagai anggota dari komite
industri yang meneliti mikrobiologi dan bahan pengawet standar industri sejak
lama, Malik membeberkan bahwa methylparaben, ethylparaben dan bahan pengawet
lainnya telah dinyatakan aman dikonsumsi dalam takaran tertentu oleh para
ilmuwan ternama di seluruh dunia.
Malik mengatakan bahwa bahan
pengawet diperlukan demi mencegah terbentuknya mikrobakteri, yang bisa muncul
akibat pengguna mencelupkan jari tangan pada krim, memoles kuas pada pewarna
usai meyentuhkannya pada wajah atau mencampur sampo dengan air agar bertambah
jumlahnya.
“Kami telah berinvestasi dalam
jumlah besar untuk memikirkan bagaimana sebuah produk bisa terkontaminasi dan
merancang simulasi mikrobiologi untuk membuktikannya,” ujar Malik. “Dengan cara
itu kami bisa menentukan kadar bahan pengawet yang optimal dan aman untuk
digunakan, sehingga konsumen terbebas dari bahaya kontaminasi.”
Paraben yang digunakan di produk
kecantikan adalah buatan manusia, namun sifatnya sama persis dengan paraben
yang ada di bahan makanan, seperti bluberi dan wortel, sehingga tubuh dapat
mengubahnya dengan cepat menjadi zat yang alami dan mengeluarkannya dari tubuh.
“Anda tidak perlu memikirkan soal
kontaminasi, atau menyimpan produk kami di dalam kulkas atau membuangnya
setelah dibuka beberapa pekan, dan Anda juga tidak perlu khawatir soal bahan
pengawetnya,” ungkap Malik. “Kami yang memikirkannya untuk Anda.”
Banyak organisasi internasional
yang telah meneliti efek paraben terhadap kulit. Di Amerika Serikat, American
Cancer Society dan FDA telah melihat paraben dari sudut pandang eksperimen dan
pengobatan. Mereka menyatakan bahwa paraben pada kosmetik tidak dapat merusak
kesehatan maupun menyebabkan kanker payudara. Konsumen tidak perlu khawatir
terhadap zat ini pada produk perawatan mereka. Organisasi lain, Health Canada,
FDA pada Kanada juga menyatakan bahwa belum ditemukannya bukti hubungan antara
paraben dan kanker payudara.
Paraben tidak membahayakan
konsumen seperti yang selama ini dipercaya. Produk yang mengandung kandungan
organik juga mengandung paraben. Makanan seperti kacang kedelai,
kacang-kacangan, flax, buah-buahan, bluberi, wortel dan ketimun menghasilkan
paraben. Namun tidak perlu khawatir terhadap zat kimia ini. Paraben hanyalah
zat kimia umum yang ditemukan pada kosmetik tanpa bahaya kesehatan seperti yang
selama ini disebutkan. Jadilah konsumen yang cerdas dalam menerima informasi
terhadap produk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar