Jumat, 21 Desember 2018

PARABEN TIDAK BERBAHAYA



TIDAK PERLU TAKUT DENGAN PARABEN

Paraben adalah topik hangat yang diperbincangkan di dunia kecantikan dan kesehatan beberapa tahun terakhir ini. Namun, berapa banyak orang yang benar-benar mengetahui apa itu paraben dan apa dampaknya pada kesehatan? Konsumen perlu membaca informasi yang dapat dipercaya mengenai paraben untuk meluruskan kebingungan, karena paraben tidak beracun, tidak menyebabkan kanker, maupun bersifat mutagenik pada manusia.

Paraben digunakan sebagai pengawet pada produk kosmetik dan farmasi. Paraben membantu mencegah timbulnya jamur dan bakteri, melindungi konsumen, dan menjaga kualitas produk. Dalam istilah kimia, paraben merupakan ester dari p-hydroxybenzoic acid. Jenis paraben yang paling sering digunakan pada produk kosmetik adalah methylparaben, propylparaben, and butylparaben. Banyak produk perawatan yang mengandung paraben, seperti shampoo, gel cukur, pelumas, farmasi, riasan wajah, losion dan pasta gigi.

Konsumen mulai mendengar bahwa paraben adalah penyebab reaksi alergi, kanker payudara, aktivitas estrogenik dan paparan matahari. Perusahaan kosmetik mengalami kerugian karena skandal paraben ini, sehingga mereka memproduksi kosmetik organik bebas paraben. Namun, hingga saat ini, tidak ada penelitian profesional yang membuktikan bahwa paraben menyebabkan kanker dan penyakit lainnya

Perlukah Anda menghindari paraben? Tentu, sesuatu yang berlebihan dapat membahayakan, namun jumlah paraben yang sedikit pada produk Anda tidak akan mengganggu kesehatan Anda. Pada tahun 1984, organisasi Cosmetic Ingredient Review menyatakan bahwa paraben adalah kandungan yang aman digunakan pada produk kosmetik. Namun, setelah penelitian pada tahun 2004, Cosmetic Ingredient Review melakukan penelitian sekali lagi di tahun 2005 untuk membuktikan dampak paraben pada kesehatan. Banyak penelitian pada bayi dan wanita yang menemukan bahwa kadar paraben yang sangat kecil pada produk tidak menyebabkan kanker atau membahayakan kesehatan Anda.

Ada 2 cara paraben terserap ke dalam tubuh:
melalui kulit dan melalui mulut.
Kosmetik, produk kecantikan, dan perawatan memiliki paraben yang memasuki tubuh melalui kulit. Setelah itu, paraben termetabolisme sempurna sebelum masuk ke sistem peredaran dan dikeluarkan melalui urin. Kesimpulannya adalah, tidak mungkin bahwa paraben dalam dosis kecil di produk perawatan kulit dapat menyebabkan kanker.

Pentingnya paraben
Sebagai anggota dari komite industri yang meneliti mikrobiologi dan bahan pengawet standar industri sejak lama, Malik membeberkan bahwa methylparaben, ethylparaben dan bahan pengawet lainnya telah dinyatakan aman dikonsumsi dalam takaran tertentu oleh para ilmuwan ternama di seluruh dunia.

Malik mengatakan bahwa bahan pengawet diperlukan demi mencegah terbentuknya mikrobakteri, yang bisa muncul akibat pengguna mencelupkan jari tangan pada krim, memoles kuas pada pewarna usai meyentuhkannya pada wajah atau mencampur sampo dengan air agar bertambah jumlahnya.
“Kami telah berinvestasi dalam jumlah besar untuk memikirkan bagaimana sebuah produk bisa terkontaminasi dan merancang simulasi mikrobiologi untuk membuktikannya,” ujar Malik. “Dengan cara itu kami bisa menentukan kadar bahan pengawet yang optimal dan aman untuk digunakan, sehingga konsumen terbebas dari bahaya kontaminasi.”

Paraben yang digunakan di produk kecantikan adalah buatan manusia, namun sifatnya sama persis dengan paraben yang ada di bahan makanan, seperti bluberi dan wortel, sehingga tubuh dapat mengubahnya dengan cepat menjadi zat yang alami dan mengeluarkannya dari tubuh.

“Anda tidak perlu memikirkan soal kontaminasi, atau menyimpan produk kami di dalam kulkas atau membuangnya setelah dibuka beberapa pekan, dan Anda juga tidak perlu khawatir soal bahan pengawetnya,” ungkap Malik. “Kami yang memikirkannya untuk Anda.”

Banyak organisasi internasional yang telah meneliti efek paraben terhadap kulit. Di Amerika Serikat, American Cancer Society dan FDA telah melihat paraben dari sudut pandang eksperimen dan pengobatan. Mereka menyatakan bahwa paraben pada kosmetik tidak dapat merusak kesehatan maupun menyebabkan kanker payudara. Konsumen tidak perlu khawatir terhadap zat ini pada produk perawatan mereka. Organisasi lain, Health Canada, FDA pada Kanada juga menyatakan bahwa belum ditemukannya bukti hubungan antara paraben dan kanker payudara.

Paraben tidak membahayakan konsumen seperti yang selama ini dipercaya. Produk yang mengandung kandungan organik juga mengandung paraben. Makanan seperti kacang kedelai, kacang-kacangan, flax, buah-buahan, bluberi, wortel dan ketimun menghasilkan paraben. Namun tidak perlu khawatir terhadap zat kimia ini. Paraben hanyalah zat kimia umum yang ditemukan pada kosmetik tanpa bahaya kesehatan seperti yang selama ini disebutkan. Jadilah konsumen yang cerdas dalam menerima informasi terhadap produk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar