Hari Raya Idul Fitri identik
dengan makanan yang berlemak. Selama lebaran biasanya di setiap rumah akan
menyuguhkan makanan ringan dengan kandungan lemak tinggi seperti nastar dan
kastengel.
Apalagi, memasuki Hari Raya
Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh lebaran, biasanya masyarakat akan
saling berbagi masakan seperti opor ayam, rendang, semur daging, dan lain
sebagainya.
Tak hanya orang dewasa, anak-anak
pun juga menikmati aneka sajian tersebut.
Mengonsumsi makanan manis, asin,
dan berlemak memang nikmat. Bahkan, makan makanan asin sering tidak disadari
dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak, misalnya makanan ringan, seperti
keripik. Di balik makanan-makanan tersebut, ternyata risikonya dalam mengganggu
kesehatan sangat besar.
Bagi mereka yang memiliki risiko
penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, diabetes, dan lainnya, makanan
sejenis tadi disarankan untuk tidak dikonsumsi. Apabila konsumsinya tidak
dibatasi, dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuhnya, apalagi jika
sebelumnya tidak mengonsumsi obat-obatan pencegahnya terlebih dahulu.
Banyak jenis masakan tradisional
kita mengandung santan, padahal makanan seperti itu mengandung lemak jenuh dan
kalori cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, jika makanan
tersebut dimasak berulang-ulang sehingga kadar lemak jenuhnya semakin tinggi.
Makanan dengan kandungan lemak
yang tinggi memang cenderung lebih enak untuk disantap. Rasanya yang nikmat
bahkan bisa membuat kita ketagihan untuk sering-sering mengkonsumsinya.
Sayangnya, makanan yang kaya lemak ini jika dikonsumsi terlalu sering bisa
menyebabkan masalah kesehatan layaknya tekanan darah tinggi, masalah kolesterol
tinggi, masalah pada saluran pencernaan, dan berbagai masalah pada organ
kardiovaskular lainnya. Pakar kesehatan pun menyebutkan ada banyak sekali efek
samping jika kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak seperti sebagai
berikut.
Kolesterol Tinggi
Efek samping yang paling kentara
dari mengkonsumsi makanan berlemak adalah meningkatknya kadar kolesterol jahat
di dalam darah. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka di dalam pembuluh
darah akan terjadi penumpukan plak yang bisa menimbulkan masalah kesehatan yang
jauh lebih berbahaya layaknya penyakit jantung atau bahkan serangan stroke.
Obesitas
Tahukah anda jika terlalu banyak
mengkonsumsi makanan berlemak bisa berimbas pada meningkatnya berat badan
sehingga kita pun beresiko tinggi terkena masalah obesitas. Padahal, sudah
menjadi rahasia umum jika obesitas bisa berlanjut menjadi masalah kanker,
diabetes, gangguan jantung, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
Nyeri Sendi
Tahukah anda jika terlalu sering
mengkonsumsi makanan berlemak juga bisa berimbas pada persendian yang lebih
mudah mengalami nyeri. Lemak yang berlebihan di dalam tubuh trenyata bisa
membuat aliran darah kurang lancar sehingga membuat nyeri sendi ini lebih
sering terjadi.
Menurunnya Pencernaan
Banyaknya lemak yang kita
konsumsi ternyata bisa membuat perut memiliki kadar asam yang berlebihan. Hal
ini ternyata bisa berimbas pada menurunnya fungsi saluran pencernaan pada
perut.
Mudah Lupa dan Mempengaruhi
Suasana Hati
Banyaknya konsumsi lemak jenuh
ternyata bisa berimbas buruk bagi fungsi kognitif dan fungsi otak secara
keseluruhan. Tak hanya itu, senyawa kimia di dalam otak juga menjadi lebih
tidak seimbang sehingga pada akhirnya kita akan lebih mudah lupa dan juga
memiliki mood yang naik turun.
Di antara beragam zat gizi,
protein salah satu yang dianjurkan harus cukup dikonsumsi, terutama bagi yang
sedang menjalankan program diet. Sebenarnya apa, sih, protein itu? Dan seberapa
penting manfaatnya untuk tubuh?
Mengenal protein
Protein merupakan salah satu
nutrisi makro yang diperlukan tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan
pembentukan jaringan.
Pada anak dan remaja, protein
bermanfaat sebagai zat pembangun di masa pertumbuhan. Sedangkan ketika dewasa
dan manula, protein berguna untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan
mengganti sel-sel yang telah rusak.
Jika kebutuhan protein kurang
atau tidak terpenuhi, maka proses regenerasi sel tubuh pun melambat. Akibatnya
fungsi tubuh pun tidak optimal yang ditandai oleh menurunnya imunitas,
kelelahan, dan kehilangan massa otot.
Protein tersusun dari Asam Amino
Esensial dan Non Esensial (berasal dari dalam tubuh). Sayangnya, protein (Asam
Amino Esensial) tidak dapat diproduksi oleh tubuh.
Manfaat protein
- Mendukung pertumbuhan, regenerasi, dan pembentukan sel. Proteinlah yang bertugas untuk membangun dan memperbaiki sel yang rusak.
- Pendukung daya tahan tubuh. Protein merupakan komponen penting dalam pembentukan anti bodi untuk mempertahankan dan melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus.
- Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Protein merupakan struktur utama penyusun rambut, kulit, dan kuku.
- Sebagai sumber energi, karena protein berperan dalam pembentukan enzim yang mengubah makanan menjadi energi.
Sumber protein
Mengingat protein tidak bisa
diproduksi oleh tubuh, maka harus didapatkan lewat asupan makanan sehari-hari,
yaitu :
a) Protein hewani, seperti
daging, susu, ikan, dan telur.
Memiliki kandungan asam amino
yang lengkap, namun tinggi lemak dan kolesterol. Konsumsi sesuai kebutuhan saja
untuk mendapatkan manfaat optimal.
b) Protein nabati, seperti kacang
kedelai, gandum, kacang polong, dan produk olahan kacang lainnya (tahu, tempe).
Mengandung proporsi lemak tak
jenuh yang lebih banyak ketimbang protein hewani. Kedelai dan tempe bisa
menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan produksi dan sensitifitas insulin,
sehingga kadar kolesterol dan gula darah pun terkontrol.
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pembelian produk hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898
Halaman : Nutrilite_indonesia
Terimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar