Rabu, 12 Juni 2019

BAHAYA MAKANAN BERLEMAK



Hari Raya Idul Fitri identik dengan makanan yang berlemak. Selama lebaran biasanya di setiap rumah akan menyuguhkan makanan ringan dengan kandungan lemak tinggi seperti nastar dan kastengel.
Apalagi, memasuki Hari Raya Ketupat yang dilaksanakan pada hari ketujuh lebaran, biasanya masyarakat akan saling berbagi masakan seperti opor ayam, rendang, semur daging, dan lain sebagainya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun juga menikmati aneka sajian tersebut.
Mengonsumsi makanan manis, asin, dan berlemak memang nikmat. Bahkan, makan makanan asin sering tidak disadari dikonsumsi dalam jumlah yang cukup banyak, misalnya makanan ringan, seperti keripik. Di balik makanan-makanan tersebut, ternyata risikonya dalam mengganggu kesehatan sangat besar.

Bagi mereka yang memiliki risiko penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, diabetes, dan lainnya, makanan sejenis tadi disarankan untuk tidak dikonsumsi. Apabila konsumsinya tidak dibatasi, dapat berakibat fatal bagi kesehatan tubuhnya, apalagi jika sebelumnya tidak mengonsumsi obat-obatan pencegahnya terlebih dahulu.
Banyak jenis masakan tradisional kita mengandung santan, padahal makanan seperti itu mengandung lemak jenuh dan kalori cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan. Apalagi, jika makanan tersebut dimasak berulang-ulang sehingga kadar lemak jenuhnya semakin tinggi.

Makanan dengan kandungan lemak yang tinggi memang cenderung lebih enak untuk disantap. Rasanya yang nikmat bahkan bisa membuat kita ketagihan untuk sering-sering mengkonsumsinya. Sayangnya, makanan yang kaya lemak ini jika dikonsumsi terlalu sering bisa menyebabkan masalah kesehatan layaknya tekanan darah tinggi, masalah kolesterol tinggi, masalah pada saluran pencernaan, dan berbagai masalah pada organ kardiovaskular lainnya. Pakar kesehatan pun menyebutkan ada banyak sekali efek samping jika kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak seperti sebagai berikut.

Kolesterol Tinggi
Efek samping yang paling kentara dari mengkonsumsi makanan berlemak adalah meningkatknya kadar kolesterol jahat di dalam darah. Jika hal ini dibiarkan begitu saja, maka di dalam pembuluh darah akan terjadi penumpukan plak yang bisa menimbulkan masalah kesehatan yang jauh lebih berbahaya layaknya penyakit jantung atau bahkan serangan stroke.

Obesitas
Tahukah anda jika terlalu banyak mengkonsumsi makanan berlemak bisa berimbas pada meningkatnya berat badan sehingga kita pun beresiko tinggi terkena masalah obesitas. Padahal, sudah menjadi rahasia umum jika obesitas bisa berlanjut menjadi masalah kanker, diabetes, gangguan jantung, dan berbagai masalah kesehatan lainnya.

Nyeri Sendi
Tahukah anda jika terlalu sering mengkonsumsi makanan berlemak juga bisa berimbas pada persendian yang lebih mudah mengalami nyeri. Lemak yang berlebihan di dalam tubuh trenyata bisa membuat aliran darah kurang lancar sehingga membuat nyeri sendi ini lebih sering terjadi.

Menurunnya Pencernaan
Banyaknya lemak yang kita konsumsi ternyata bisa membuat perut memiliki kadar asam yang berlebihan. Hal ini ternyata bisa berimbas pada menurunnya fungsi saluran pencernaan pada perut.

Mudah Lupa dan Mempengaruhi Suasana Hati
Banyaknya konsumsi lemak jenuh ternyata bisa berimbas buruk bagi fungsi kognitif dan fungsi otak secara keseluruhan. Tak hanya itu, senyawa kimia di dalam otak juga menjadi lebih tidak seimbang sehingga pada akhirnya kita akan lebih mudah lupa dan juga memiliki mood yang naik turun.


Di antara beragam zat gizi, protein salah satu yang dianjurkan harus cukup dikonsumsi, terutama bagi yang sedang menjalankan program diet. Sebenarnya apa, sih, protein itu? Dan seberapa penting manfaatnya untuk tubuh?

Mengenal protein
Protein merupakan salah satu nutrisi makro yang diperlukan tubuh untuk melakukan regenerasi sel dan pembentukan jaringan.
Pada anak dan remaja, protein bermanfaat sebagai zat pembangun di masa pertumbuhan. Sedangkan ketika dewasa dan manula, protein berguna untuk mempertahankan jaringan-jaringan tubuh dan mengganti sel-sel yang telah rusak.
Jika kebutuhan protein kurang atau tidak terpenuhi, maka proses regenerasi sel tubuh pun melambat. Akibatnya fungsi tubuh pun tidak optimal yang ditandai oleh menurunnya imunitas, kelelahan, dan kehilangan massa otot.
Protein tersusun dari Asam Amino Esensial dan Non Esensial (berasal dari dalam tubuh). Sayangnya, protein (Asam Amino Esensial) tidak dapat diproduksi oleh tubuh.

Manfaat protein
  • Mendukung pertumbuhan, regenerasi, dan pembentukan sel. Proteinlah yang bertugas untuk membangun dan memperbaiki sel yang rusak.
  • Pendukung daya tahan tubuh. Protein merupakan komponen penting dalam pembentukan anti bodi untuk mempertahankan dan melindungi tubuh dari serangan bakteri dan virus.
  • Menjaga kesehatan kulit, rambut, dan kuku. Protein merupakan struktur utama penyusun rambut, kulit, dan kuku.
  • Sebagai sumber energi, karena protein berperan dalam pembentukan enzim yang mengubah makanan menjadi energi.

Sumber protein
Mengingat protein tidak bisa diproduksi oleh tubuh, maka harus didapatkan lewat asupan makanan sehari-hari, yaitu :
a) Protein hewani, seperti daging, susu, ikan, dan telur.
Memiliki kandungan asam amino yang lengkap, namun tinggi lemak dan kolesterol. Konsumsi sesuai kebutuhan saja untuk mendapatkan manfaat optimal.

b) Protein nabati, seperti kacang kedelai, gandum, kacang polong, dan produk olahan kacang lainnya (tahu, tempe).
Mengandung proporsi lemak tak jenuh yang lebih banyak ketimbang protein hewani. Kedelai dan tempe bisa menurunkan kadar kolesterol dan meningkatkan produksi dan sensitifitas insulin, sehingga kadar kolesterol dan gula darah pun terkontrol.

Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898
Halaman : Nutrilite_indonesia

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar