Rabu, 19 Juni 2019

BAHAYANYA MAKAN PEDAS



Makanan pedas hampir selalu menantang dan menggoda untuk dinikmati. Memang tidak semua orang menyukai sensasi pedas, tapi bagi para pecinta pedas, makanan tanpa sensasi pedas bisa dianggap hambar dan membosankan. Padahal di balik kelezatannya, terdapat bahaya makan pedas yang mengintai Anda!
Ya, makanan pedas boleh dikonsumsi asalkan tidak berlebihan dan tidak terlalu sering. Jika ingin terhindar dari berbagai bahaya makan pedas, sebaiknya cukup konsumsi makanan pedas 2-3 kali per minggu, tidak lebih. Selain itu, tidak perlu tergoda untuk mencoba makanan dengan sensasi pedas yang semakin tinggi.

Anda juga perlu mengenali tubuh Anda sendiri. Jika memiliki riwayat kondisi pencernaan seperti yang sudah disebutkan di atas, maka sebaiknya menghindari makanan yang terlalu pedas. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa toleransi setiap orang terhadap sensasi pedas berbeda.
Ketika makanan pedas dapat ditoleransi di lidah, belum tentu bagian pencernaan lainnya dapat mentoleransi. Maka dari itu, kuat atau tidaknya lidah Anda terhadap rasa pedas tidak dapat dijadikan ukuran. Efek sensasi pedas terhadap keseluruhan sistem pencernaan dan tubuh lah yang harus dipertimbangkan untuk menentukan seberapa pedas makanan yang boleh Anda makan.

Efek Makanan Pedas bagi Wanita dan Pria Berbeda?
Pada dasarnya efek makan pedas bagi wanita dan pria sama saja, seperti yang sudah disebutkan di atas. Selain bahaya makan pedas di atas, banyak juga yang menyebutkan bahwa makanan pedas dapat menurunkan kesuburan wanita, namun hal tersebut hanya merupakan mitos belaka. Jadi makanan pedas sebenarnya tidak dilarang dikonsumsi oleh wanita yang sedang mempersiapkan kehamilan.

Di sisi lain, terdapat beberapa wanita juga yang bertanya-tanya apakah makanan pedas dapat berpengaruh pada kehamilan. Makanan pedas pada dasarnya relatif aman untuk ibu hamil. Namun sayangnya memang beberapa ibu hamil merasakan masalah pencernaan selama masa kehamilan sehingga disarankan untuk menghindari makanan pedas.

Bahaya Makan Pedas
Banyak orang yang percaya bahwa makanan pedas memiliki manfaat seperti mempercepat metabolisme tubuh, antiinflamasi, melawan bakteri dan sel kanker, hingga membuat panjang umur. Hal ini bisa saja terjadi mengingat sumber makanan pedas seperti cabai dan rempah lainnya memang memiliki beberapa kandungan yang baik untuk tubuh.

Manfaatnya memang banyak, tapi konsumsi makanan yang terlalu pedas dan terlalu sering juga bisa berbahaya bagi tubuh. Berikut adalah bahaya sering makan pedas yang harus diwaspadai :

1. Diare
Bahaya makan pedas yang pertama adalah dapat menyebabkan diare. Toleransi setiap orang terhadap sensasi pedas berbeda-beda. Ada yang bisa mengonsumsi makanan sangat pedas dan tidak terkena diare, namun ada juga yang mengonsumsi makanan yang sama dan dengan mudah terkena diare.

Cabai memiliki kandungan capsaicin yang berpotensi untuk menimbulkan rasa terbakar. Ini lah yang menyebabkan kita merasakan sensasi panas di tangan ketika menyentuh cabai. Sebenarnya sensasi pedas tidak melukai sistem pencernaan secara langsung, melainkan memicu serabut saraf yang pada akhirnya memicu sensasi lainnya, termasuk pergerakan usus yang menjadi semakin cepat dan menyebabkan diare.

2. Gastritis akut
Gastritis atau yang dikenal juga dengan maag adalah kondisi meradangnya mukosa lambung. Maag ditandai dengan gejala seperti sakit perut, mual, muntah, sendawa, hingga kehilangan nafsu makan.
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, makanan pedas akan menicu saraf tertentu untuk bereaksi, termasuk menghasilkan rasa nyeri. Jika makanan pedas lebih banyak dan lebih sering dikonsumsi, maka rasa nyeri akibat peradangan pada mukosa lambung juga dapat semakin memburuk.

5. Menurunkan sensitivitas lidah
Menurunnya sensitivitas lidah juga bisa merupakan bahaya sering makan pedas. Setelah mencoba makanan dengan tingkat pedas tertentu, lidah mungkin akan menginginkan makanan yang lebih pedas lagi. Padahal, semakin pedas makanan, maka akan semakin menyebabkan luka yang lebih para di lidah.
Jika kebiasaan ini dibiarkan, bukan tidak mungkin sensitivitas lidah terhadap rasa akan berkurang. Perlu diketahui bahwa pedas bukan termasuk ke dalam rasa, melainkan sebuah sensasi. Kerusakan lidah akibat sensasi pedas ini bisa terjadi pada seluruh lidah dan menurunkan sensitivitas kita terhadap rasa manis, asam, asin, gurih, dan pahit.

6. Menurunkan nafsu makan
Banyak yang berpendapat bahwa makanan pedas cocok untuk menurunkan berat badan. Hal ini mungkin ada benarnya karena makanan pedas memang dapat menekan nafsu makan. Jika konsumsinya terlalu berlebihan tentunya tidak akan baik karena dapat menimbulkan hilangnya nafsu makan secara berlebihan juga.

7. Insomnia
Makanan pedas juga bisa menyababkan insomnia. Bahaya makan pedas yang satu ini sering dikaitkan dengan kemampuan makanan pedas untuk meningkatkan suhu tubuh. Makanan pedas dapat meningkatkan waktu terjaga dan sleep onset latency yang merupakan waktu antara bangun penuh hingga tertidur

3. Meningkatkan gejala GERD
Makan pedas pada dasarnya tidak secara langsung dapat menyebabkan GERD atau yang biasa dikenal dengan penyakti asam lambung. Bahaya makan pedas sebenarnya adalah dapat memperburuk gejala penyakit asam lambung.

Makanan pedas dapat menyebabkan refluks asam, yaitu kondisi naiknya asam lambung hingga ke esofagus. Kondisi ini merupakan salah satu gejala GERD. Refluks asam dapat menyebabkan nyeri dan sensasi panas pada dada.

4. Memperburuk tukak saluran pencernaan
Bahaya makan pedas selanjutnya adalah dapat memperburuk kondisi tukak saluran pencernaan. Tukak saluran pencernaan adalah luka yang terjadi pada lapisan usus kecil, lambung, hingga esofafus. Penyebab tukak saluran pencernaan yang paling umum adalah karena efek samping obat atau akibat infeksi bakteri H. Pylori.
Gejala tukak lambung meliputi rasa nyeri pada perut bagian atas atau dada, gangguan pencernaan, produksi gas berlebihan, mual, dan muntah. Penderita tukak saluran pencernaan atau yang memiliki riwayat tukak saluran pencernaan sebaiknya tidak mengonsumsi makanan pedas.


Adapun cara mengobati Asam Lambung adalah dengan mengkonsumsi Protein - Protein Nabati misalkan Mengkonsumsi Kacang Kedelai

Kedelai merupakan sumber protein nabati dunia yang telah dibudidayakan sejak 3500 tahun di Asia Timur, dan Amerika merupakan negara penghasil kedelai terbesar di dunia. Kedelai merupakan tanaman yang sangat peka terhadap pencahayaan sehingga sangat mudah untuk dibudidayakan.

Di Indonesia sendiri kedelai memiliki banyak manfaat dan kegunaan bahkan menjadi bahan dasar dalam menenuhi kebutuhan sehari hari. Namun tahukah anda bahwa kedelai dapat digunakan untuk mengobati sakit maag ?

Didalam Protein Sejatinya memiliki 18 Asam Aminino yang sangat baik untuk regenerasi kulit dan membantu dalam penetralan asam lambung. Hal ini dikarenakan asam amino yang dikandung oleh kacang kedelai mengandung basa sehingga dapat menetralisir kelebihan dari Asam Lambung yang dikeluarkan.
Kandungan Gizi Kacang Kedelai
Selain dikonsumsi begitu saja, kedelai juga biasa dijadikan sebagai makanan olahan. diantaranya tempe, tahu, susu kedelai, kecambah (tauge), tauco, kembang tahu, oncom, kecap dan lain sebagainya. Kacang kedelai ternyata memiliki banyak sekali kandungan gizi.

Lemak, kacang kedelai sendiri memiliki kandungan lemak, namun kandungan lemak yang berada di dalamnya adalah lemak tak jenuh seperti asam linolenat serta asam omega 3. Istimewanya ialah hadirnya omega 3.

Protein, kedelai sangat kaya dengan kandungan protein. Kandungan protein nabati yang ada di dalam kedelai ini sangat di sarankan untuk para vegetarian. Fungsi protein ini sangat penting untuk membantu membangun sel yang ada di tubuh.

Serat, mungkin kita berfikir serat hanya terdapat di dalam buah-buahan, namun pada kenyataannya kedelai memiliki 8 gram serat, namun untuk kedelai yang telah mengalami masa pengolahan.

Kalsium, kedelai merupakan sumber kalsium yang sangat baik bila Anda bandingkan dengan berbagai kacang-kacangan yang lainnya. Akan tetapi pengolahan kedelai juga mampu mempengaruhi kandungan kalsium.

Lechitin, ia akan menghasilkan senyawa choline. Senyawa ini sangat berguna untuk metabolisme tubuh, bahkan zat choline akan membantu metabolisme lemak yang sering tersendat di hati. Choline ini akan melindungi organ hati.

Bagaimana?? Masih ragu dengan manfaat kacang kedelai??
Guys, kabar gembiranya sekarang semua manfaat yang saya jelaskan ini semua ada di dalam Hi Protein Nutrilite lho??
Apa si itu Hi Protein??


NUTRILITE™ Hi Protein Powder mengambil tiga manfaat unik dari kacang kedelai, gandum dan kacang polong. Menghasilkan protein berkualitas tinggi, tanpa kandungan protein hewani dan produk olahan susu sehingga baik dikonsumsi oleh Anda yang ingin hidup lebih sehat, kaum vegetarian dan mereka yang lactose intolerant.

Keunggulan NUTRILITE™ Hi Protein Powder :
  • Bebas laktosa, hingga mudah diserap tubuh.
  • Cocok untuk mereka yang vegetarian, karena berasal dari sumber protein tumbuhan.
  • Bebas kolesterol dan rendah lemak.
  • Kombinasi sempurna asam amino yang dibutuhkan tubuh.
  • Mengandung 8 gram protein dalam setiap 10 gram sajian.
  • Daya cerna terbaik (PDCAAS = 1)*
  • Memberi rasa kenyang lebih lama, cocok bagi yang sedang diet.
  • Tanpa rasa, sehingga mudah dicampur dengan makanan dan minuman favorit tanpa mengubah rasa.

Siapa saja yang perlu NUTRILITE™ Hi Protein Powder?
  1. Mereka yang ingin tetap berenergi.
  2. Mereka yang ingin menjaga kesehatan.
  3. Mereka yang rutin olahraga/atlet.
  4. Mereka yang vegetarian.
  5. Mereka yang lactose intolerant/tidak dapat mengonsumsi produk olahan susu.

Apa yang dimaksud dengan Protein?
  • Nutrisi yang tidak dapat dibuat oleh tubuh sehingga harus dipenuhi dari asupan makanan.
  • Diperlukan oleh tubuh setiap hari.
  • Berasal dari 2 sumber :

  1. Protein hewani: daging merah, unggas, telur, produk olahan susu.
  2. Protein nabati: kacang kedelai dan olahannya, gandum, kacang polong, ganggang laut.

Mengapa tubuh butuh PROTEIN?
  • Pertumbuhan sel tubuh, tulang, otot, rambut, kuku dan darah.
  • Menjaga kulit awet muda.
  • Mengurangi kelelahan otot setelah beraktivitas.
  • Membantu meningkatkan sistem imunitas agartidak mudah sakit.
  • Regenerasi sel tubuh.

Protein Kedelai :
  1. Membantu menjaga kadar kolesterol.
  2. Rekomendasi sajian: 25 gram per hari untuk membantu menurunkan kolesterol.

Protein Gandum :
  1. Kaya akan methionine untuk metabolisme fosfolipid dan glutamine untuk bahan baku DNA.
  2. Mudah dicerna.
  3. Lebih aman karena terbuat dari sumber nabati berkualitas.
  4. Sumber protein yang mudah tersedia di alam.

Protein Kacang Polong :
  • Kaya akan lysine dan arginine untuk pembentukan otot, penyembuhan luka, dan produksi antibodi.
  • Tidak menyebabkan alergi.
  • Mudah dicerna oleh tubuh.
  • Lebih aman karena terbuat dari sumber nabati berkualitas.
  • Sumber protein yang mudah tersedia di alam.

Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk hubungi :
Tlp/Wa : 0856-9281-9898

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar