Penyakit hati atau penyakit liver
adalah penyakit yang disebabkan oleh berbagai faktor yang merusak hati, seperti
virus dan penggunaan alkohol. Obesitas juga berhubungan dengan kerusakan hati.
Seiring waktu, kerusakan hati berdampak pada luka di jaringan (sirosis), yang
dapat menyebabkan gagal hati, suatu kondisi yang mengancam jiwa.
Hati adalah organ yang bekerja
paling keras di dalam tubuh. Berukuran seperti bola yang berada tepat di bawah
tulang rusuk di sisi kanan perut Anda. Terdiri dari 2 bagian: lobus kiri dan
lobus kanan. Hati penting untuk mencerna makanan, menyingkirkan tubuh kita dari
zat beracun dan menyimpan energi bagi tubuh untuk digunakan bila diperlukan.
Berikut penyebab penyakit live :
1. Faktor genetik atau riwayat
keluarga
Dalam beberapa kasus penyakit
liver, ditemukan bahwa faktor genetik merupakan salah satu penyebab dari
penyakit hati ini. Hal ini bisa berjalan ketika sebuah gen abnormal dari
seorang ibu atau ayah diwariskan kepada anak sehingga menyebabkan bangunan zat
yang abnormal juga pada organ hati. Dalam kasus lanjut, penyakit liver karena
faktor genetika ini akan menyebabkan kerusakan hati. Beberapa jenis umum dari
penyakit hati yang diturunkan adalah: Hemokromatosis, penyakit Wilson,
oksalosis, dan hiperoxaluria. Karena penyakit ini merupakan penyakit bawaan,
maka kemungkinan dicegah memang sangat kecil. Namun upaya penyembuhan akan
difokuskan pada kontrol rutin ke dokter agar dapat diketahui jelas mengidap
penyakit hati atau tidak dan menjalani pola hidup sehat agar terjaga
kesehatannya, khususnya organ hati.
2. Penyakit kanker dan tumor
Penyebab penyakit liver juga bisa berasal dari tumor dan kanker. Bisa jadi merupakan perkembangan dari kanker pada organ dalam lainnya atau kanker dari organ hati itu sendiri. Beberapa kanker yang mungkin akan menyerang hati di kemudian hari adalah kanker saluran empedu, liver adenoma, dan kanker hati, serta penyakit lainnya.
3. Penyebab lain dari penyakit hati yang dapat dicegah
Penyebab penyakit liver terakhir ini dapat dicegah. Sebab secara umum disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Sehingga menjadikan kerusakan hati yang parah. Sementara itu, sebab lainnya adalah pola hidup yang tidak sehat dengan konsumsi makanan berlemak yang terlalu berlebih. Jika diteruskan, lemak dapat terakumulasi dalam hati dan menyebabkan penyakit liver.
4. Infeksi virus dan parasit lainnya
Parasit dan virus dapat menginfeksi hati manusia. Layaknya infeksi pada organ tubuh lainnya, infeksi di hati pun dapat menyebabkan peradangan dan dapat menghambat kinerja dari fungsi hati. Virus ini dapat menyebar melalui aliran darah, air mani, dan cairan lainnya. Oleh karena itu, penularan dari penyakit ini terbilang sangat mudah. Bahkan, penularan ini bisa terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi atau lewat kontak dekat dengan penderita secara langsung. Sedangkan virus dan parasit yang umum dijumpai adalah virus hepatitis, diantaranya:
- Hepatitis A
- Hepatitis B
- Hepatitis C
Penyakit liver juga bisa disebabkan oleh kelainan pada sistem kekebalan tubuh atau autoimun. Banyak sekali penyakit autoimun yang bisa menyebabkan penyakit pada organ hati, beberapa di antaranya adalah: Sirosis hati, hepatitis autoimun, dan yang lainnya.
Makanan yang baik dikonsumsi oleh
penderita Liver :
1. Air
Hingga 60% dari tubuh Anda adalah
air. Namun tidak seperti unta, manusia tidak menyimpan air di kantung pada
punggung. Kadar air pada tubuh manusia adalah kadar air dalam sirkulasi,
tersimpan di sel tubuh. Jika Anda tidak memiliki air yang cukup, hati Anda
tidak dapat menjadi sehat. Racun meninggalkan tubuh Anda melalui air, seperti
air seni dan keringat. Direkomendasikan untuk meminum 3 liter air setiap hari.
Namun jangan minum air dengan berlebihan, karena tidak baik juga.
2. Biji-bijian berkecambah,
kacang-kacangan, dan padi-padian
Protein dan enzim dari kecambah
membantu meningkatkan pertahanan hati terhadap racun. Selain itu, mereka juga
memiliki zat kimia yang mencegah kanker.
3. Makanan yang kaya sulfur
Hati Anda memerlukan sulfur untuk
melakukan detoksifikasi dengan mengeluarkan merkuri atau zat tambahan makanan
tertentu. Sulfur memiliki efek anti peradangan dan baik untuk seluruh tubuh
Anda. Namun, kebanyakan orang tidak mendapat cukup sulfur. Anda dapat
mendapatkan sulfur di makanan seperti:
- bawang putih
- bawang bombay, bawang merah, bawang perai
- telur
- artichoke
- jamur kesehatan: maitake, shiitake, reishi
4. Buah-buahan
Buah-buahan pada umumnya,
terutama buah-buahan ceri seperti stroberi, raspberi dan cranberi sering
disebut sebagai buah-buahan super karena sangat sehat. Buah-buahan tersebut
mengandung anthocyanin dan polyphenols, yang telah terbukti menghambat
perkembangan sel kanker di hati. Selain itu, mereka juga kaya antioksidan dan
dapat mengurangi jerawat, rasa sakit dan penuaan.
5. Makanan berserat prebiotik
Serat prebiotik adalah kelompok
karbohidrat yang tidak tercerna namun membantu pencernaan. Tugas mereka adalah
menghasilkan lemak terserap dan mengurangi risiko hati berlemak.
6. Makanan fermentasi
Makanan fermentasi seperti
kimchi, acar, sup miso dan tofu dapat menambahkan mikroorganisme di perut dan membantu
pencernaan. Selain itu, senyawa kimia di makanan berfermentasi sudah dipecah,
sehingga mudah dicerna orang dengan penyakit hati.
7. Lemak sehat
Lemak memberikan tubuh tenaga
untuk berkerja dan bermain. Anda dapat menemukan lemak yang sehat di produk
alami seperti flax seeds, hemp seeds, chia seeds, minyak kelapa, olive oil dan
alpukat. Makanan tersebut mengandung lemak yang sehat seperti lemak tak jenuh
dan monosaturated fat. Sumber yang paling kaya akan asam lemak omega-3 adalah
dari makanan hasil laut.
8. Rempah-rempah
Rempah-rempah adalah cara yang
paling murah untuk mendapatkan hati yang sehat. Rempah serba guna – dapat
dibuat menjadi teh atau sebagai bumbu – dan kaya akan zat-zat pendetoksifikasi
anti peradangan, antiviral dan antimikrobial.
9. Protein hewan
Pecinta daging dapat bersuka cita
karena tidak perlu berhenti mengonsumsi daging. Walau terdapat risiko keracunan
amonia apabila Anda mengonsumsi daging dari asal yang tidak terjamin atau
daging tidak dimasak sesuai dengan standard, Anda dapat menghindari
risiko-risiko tersebut degan membeli bahan makanan dari merek organik dan
memasak dengan benar. Pilihlah potongan daging yang memiliki sedikit lemak dan
hindari menggorengnya.
Kadang kali sulit untuk
menghindari racun. Racun dapat ditemukan di makanan, lingkungan dan produk yang
kita gunakan. Penting untuk mengeliminasi racun sebisa mungkin. Cobalah untuk
mengonsumsi makanan di atas pada pola makan Anda, yang dapat membantu
membersihkan dan mendukung hati Anda.
10. Sayur-sayuran cruciferous
Sayur-sayuran cruciferous adalah
jenis sayuran yang meliputi brokoli, kol, kembang kol, bok choy dan daikon.
Nama kelompok sayuran tersebut berasal dari bentuk daun yang menyerupai salib.
Sayur-sayuran ini memiliki phytonutrients – flavonoid, carotenoid, sulforaphane
dan indoles. Zat kimia alami ini dapat membantu hati menetralkan zat kimia,
pestisida, obat-obatan dan karsinogen.
11. Sayur-sayuran hijau
Sayur-sayuran hijau seperti kale,
Brussels sprouts, dan kol kaya akan sulfur. Zat kimia ini terkenal untuk
kemampuan mendetoksifikasi hati dan dapat dimasak dengan berbagai cara.
Dandelion, salah satu dari kelompok sayur-sayuran ini, adalah tumbuhan yang paling
efektif dan direkomendasikan untuk hati. Tidak hanya mendetoksifikasi hati,
dandelion juga menstimulasi produksi empedu hati dan kandung empedu untuk
mendukung pencernaan dan penyerapan lemak.
12. Tanaman laut
Dikenal juga sebagai algea dan
memiliki banyak jenis algea. Beberapa contohnya adalah arame, nori, kombu,
wakame, hijiki, dulse, agar dan kelp. Warga Jepang memiliki angka kematian yang
terkait dengan penyakit hati terendah karena tanaman laut adalah salah satu
makanan utama dalam pola makan mereka. Tanaman laut ini membantu hati dalam
mencegah logam dari terserap oleh tubuh Anda.
13. Mengkonsumsi Nutrilite Liver
Health
NUTRILITE LIVER HEALTH WITH MILK
THISTLE AND DANDELION
Mengandung ekstrak Milk Thistle
(Silymarin), Dandelion, dan Tumeric yang akan menjaga sel-sel hati agar tetap
berfungsi baik sehingga dapat melakukan detoksifikasi dengan baik.
Isi: 60 tablet.
Manfaat Poduk
• mendukung proses detoksifikasi
• mendukung regenerasi sel hati
• menjaga & membantu
memperbaiki fungsi hati
• antioksidan untuk hati
Dosis dan Penggunaan
• usia 12 tahun ke atas
• mereka yang aktif
• mereka yang ingin menjaga
kesehatan hati
• mereka yang pola makannya
kurang sehat
Dosis Anjuran: 2 x 1 tablet per
hari, setelah makan
Tidak dianjurkan bagi ibu hamil
& menyusui
Untuk informasi pemesanan dan
konsultasi silahkan hubungi :
- 0856.9281.9898
- 0838.1523.2621












Tidak ada komentar:
Posting Komentar