Senin, 11 Februari 2019

PENYEBAB DAN CARA MENCEGAH ANEMIA


Penyakit anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah Anda lebih rendah dari jumlah normal.
Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika Anda memiliki anemia, tubuh Anda tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Akibatnya, Anda mungkin merasa lelah atau lemah. Anda juga mungkin memiliki gejala lain, seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Penyebab Anemia

Anemia terjadi pada saat tubuh kekurangan sel darah merah sehat yang mengandung hemoglobin. Terdapat sekitar 400 kondisi yang dapat menyebabkan anemia pada seseorang dan dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu :
  1. Tubuh tidak cukup memproduksi sel darah merah.
  2. Terjadi perdarahan yang menyebabkan tubuh kehilangan darah lebih cepat dibanding kemampuan tubuh untuk memproduksi darah.
  3. Kelainan pada reaksi tubuh dengan menghancurkan sel darah merah yang sehat.

Berikut ini adalah uraian singkat mengenai jenis-jenis anemia berdasarkan penyebabnya, di antaranya:

1. Anemia akibat kekurangan vitamin. 
Selain membutuhkan zat besi, tubuh juga membutuhkan vitamin B12 dan asam folat untuk membuat sel darah merah. Kekurangan dua unsur nutrisi tersebut dapat menyebabkan tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah sehat dalam jumlah cukup sehingga terjadi anemia. Pada beberapa kasus, terdapat penderita anemia akibat lambung tidak dapat menyerap vitamin B12 dari makanan yang dicerna. Kondisi tersebut dinamakan anemia pernisiosa. Gejala-gejala yang umumnya dialami oleh penderita anemia kekurangan vitamin B-12 dan asam folat adalah :
  • Geli dan rasa menggelenyar di bagian tangan dan kaki.
  • Kehilangan kepekaan pada indera peraba.
  • Sulit berjalan.
  • Mengalami kekakuan pada kaki dan tangan.
  • Mengalami demensia.


2. Anemia akibat penyakit kronis. 
Sejumlah penyakit dapat menyebabkan anemia karena terjadinya gangguan pada proses pembentukan dan penghancuran sel darah merah. Contoh-contoh penyakit tersebut adalah HIV/AIDS, kanker, rheumatoid arthritis, penyakit ginjal, penyakit Crohn, dan penyakit peradangan kronis. Gejala-gejala yang dapat muncul pada kasus anemia akibat penyakit kronis di antaranya adalah :
  • Warna mata dan kulit menjadi kekuningan.
  • Warna urine yang berubah menjadi merah atau cokelat.
  • Borok pada kaki.
  • Gejala batu empedu.
  • Keterlambatan perkembangan pada anak-anak.

3. Anemia aplastik. 
Anemia aplastik merupakan kondisi yang langka terjadi namun berbahaya bagi hidup penderita. Pada anemia aplastik, tubuh tidak mampu memproduksi sel darah merah dengan optimal. Anemia aplastik dapat disebabkan oleh infeksi, efek samping obat, penyakit autoimun, atau paparan zat kimia beracun.
Anemia akibat penyakit sumsum tulang. Beberapa penyakit seperti leukemia atau mielofibriosis dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang dan menimbulkan anemia. Gejala yang ditimbulkan dapat bervariasi, dari ringan hingga berbahaya.

4. Anemia akibat kekurangan zat besi. 
Anemia jenis ini merupakan yang paling umum terjadi di seluruh dunia. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh mengalami anemia dikarenakan sumsum tulang membutuhkan zat besi untuk membuat sel darah. Anemia dapat terjadi pada wanita hamil yang tidak mengonsumsi suplemen penambah zat besi. Anemia juga dapat terjadi pada perdarahan menstruasi yang banyak, tukak organ (luka), kanker, dan penggunaan obat pereda nyeri seperti aspirin. Gejala-gejala yang umumnya dialami penderita anemia kekurangan zat besi adalah :
  • Memiliki nafsu makan terhadap benda-benda aneh seperti kertas, cat atau es (kondisi ini dinamakan pica).
  • Mulut terasa kering dan pecah-pecah di bagian sudutnya.
  • Kuku yang melengkung ke atas (koilonychia).


5. Anemia hemolitik. 
Anemia hemolitik terjadi pada saat sel darah merah dihancurkan oleh tubuh lebih cepat dibanding waktu produksinya. Beberapa penyakit dapat mengganggu proses dan kecepatan penghancuran sel darah merah. Anemia hemolitik dapat diturunkan secara genetik atau bisa juga didapat setelah lahir.
Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Anemia ini bersifat genetis dan disebabkan oleh bentuk hemoglobin yang tidak normal sehingga menyebabkan sel darah merah berbentuk seperti bulan sabit, bukan bulat bikonkaf seperti sel darah merah Sel darah merah berbentuk sabit memiliki waktu hidup lebih pendek dibanding sel darah merah normal. Gejala yang dialami oleh penderita anemia sel sabit adalah :
  • Kelelahan.
  • Mudah terkena infeksi.
  • Nyeri tajam pada bagian sendi, perut, dan anggota gerak.
  • Keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan pada anak-anak.
  • Anemia jenis lain, yang disebabkan oleh thalassemia atau penyakit malaria.


Gejala Anemia

Anemia dapat dikenali dari gejala-gejala berikut ini :
  • Badan terasa lemas dan cepat lelah.
  • Kulit terlihat pucat atau kekuningan.
  • Detak jantung tidak beraturan.
  • Napas pendek.
  • Pusing dan berkunang-kunang.
  • Nyeri dada.
  • Tangan dan kaki terasa dingin.
  • Sakit kepala.
  • Sulit Berkonsentrasi.
  • Insomnia.
  • Kaki kram.

Pada awalnya, gejala anemia sering kali tidak disadari oleh penderita. Gejala anemia akan semakin terasa apabila kondisi yang diderita semakin memburuk. Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan jika seseorang kerap merasakan lelah tanpa sebab yang jelas.

Beberapa fakor risiko yang dapat meningkatkan risiko munculnya anemia pada diri seseorang adalah:

  • Kekurangan vitamin dan zat besi. Membiasakan diri mengonsumsi makanan yang rendah vitamin B12, asam folat, dan zat besi dapat meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Gangguan pencernaan pada usus. Beberapa penyakit seperti penyakit Crohn dan penyakit celiac dapat menyebabkan gangguan penyerapan nutrisi di usus sehingga meningkatkan risiko terkena anemia.
  • Menstruasi. Umumnya wanita yang masih mengalami menstruasi memiliki risiko terkena anemia lebih besar dibandingkan dengan wanita yang sudah menopause atau pria. Hal tersebut disebabkan oleh kehilangan darah pada saat terjadinya menstruasi.
  • Mengandung. Ibu hamil yang tidak mengonsumsi suplemen asam folat dalam jumlah cukup memiliki risiko terkena anemia yang lebih tinggi.
  • Penyakit kronis. Jika seseorang menderita kanker, gagal ginjal, atau penyakit kronis lainnya, maka risiko terkena anemia akan meningkat akibat kekurangan sel darah merah. Luka pada organ dalam yang diiringi perdarahan juga dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi sehingga meningkatkan risiko terjadinya anemia akibat kekurangan zat besi.
  • Riwayat anemia di keluarga. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan riwayat anemia bawaan, memiliki risiko tinggi untuk terkena kondisi yang sama. Umumnya anemia yang diwariskan adalah anemia sel sabit (sickle cell anemia).
  • Usia. Penambahan usia akan meningkatkan risiko seseorang terkena anemia. Anemia karena kekurangan vitamin B12 dan asam folat lebih umum terjadi pada lansia di atas 75 tahun.
  • Faktor lain, seperti infeksi, kelainan darah, penyakit autoimun, kecanduan alkohol, terkena zat kimia beracun, dan efek samping dari obat dapat meningkatkan risiko anemia pada seseorang.


Mencegah anemia dengan mengonsumsi makanan penambah darah

1. Tomat


Selain kaya akan vitamin C, tomat juga mengandung zat besi. Vitamin C diperlukan untuk menyerap zat besi dari makanan lain. Memang zat besi yang terkandung dalam tomat tidak terlalu banyak, tapi antioksidannya berlimpah dan baik untuk kesehatan jantung Anda. Tomat juga mengandung kalium, fungsinya adalah untuk menjaga tekanan darah tetap sehat.

2. Daging merah


Tubuh Anda lebih cepat menyerap zat besi dari daging, dibandingkan dari sayuran. Heme iron (zat besi terdapat pada hemoglobin) dapat ditemukan pada daging. Jantung, ginjal, dan hati dari daging merah juga mengandung kualitas zat besi yang tinggi. Anda juga akan mendapatkan manfaat dari vitamin B12. Pastikan Anda memakan dua hingga tiga kali seminggu untuk menyembuhkan anemia.

3. Selai kacang


Ah, ini salah satu makanan yang ditunggu-tunggu. Jika selera makan Anda sedang menurun, cobalah selai kacang agar anemia Anda cepat teratasi. Rasa selai kacang sangat gurih, jadi tidak masalah untuk dimakan langsung. Kalori yang terdapat pada selai kacang memang besar, tapi zat besi sangat Anda perlukan untuk menyembuhkan anemia. Makanlah paling tidak dua sendok makan selai kacang. Jika Anda merasa aneh memakannya begitu saja, Anda bisa menyajikannya bersama roti. Sebaiknya setelah memakan selai kacang, Anda meminum jus jeruk. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, vitamin C berfungsi untuk membantu penyerapan zat besi.

4. Telur


Telur merupakan protein yang sempurna. Anda anemia, tapi tidak ingin terlalu banyak makan? Cobalah memakan telur. Protein mampu membuat Anda kenyang untuk jangka waktu yang lama. Selain mengandung zat besi, telur juga mengandung zinc  – membantu pembentukan darah. Anda bisa memakannya ketika sarapan atau saat makan siang.

5. Roti gandum 


Satu potong roti gandum berkontribusi sekitar 6% kebutuhan zat besi Anda. Roti gandum dan gandum kaya akan zat besi, namun gandum juga mengandung asam fitat – yang dapat menahan zat besi sehingga tidak diserap oleh tubuh. Anda tidak perlu khawatir sebab asam fitat sudah berkurang ketika proses fermentasi gandum.

6. Kurma


Kurma mengandung mineral yang tinggi. Di balik rasanya yang manis, kurma mengandung segudang mineral seperti kalsium, sulfur, zat besi, kalium, fosfor, magnesium, dan copper. Kurma juga mampu memberikan energi. Beberapa mineral bahkan dapat menjaga kepadatan tulang.

7. Bayam


Sayuran ini berlimpah kalsium, zat besi, beta karoten, kalium, vitamin A, B2, C, dan E. Vitamin C baik untuk kekebalan tubuh, sedangkan beta karoten baik untuk mencegah penyakit kardiovaskular. Tentu saja kandungan zat besinya dapat membantu tubuh memproduksi lebih banyak sel darah merah, serta dapat meningkatkan aliran darah dalam tubuh. Jika Anda tidak suka yang berbentuk sayur, coba variasi pizza atau omelet bayam.

8. Akar bit (buah bit)


Buah ini memiliki daging berwarna merah. Kandungan zat besi di dalamnya dapat mengurangi gejala anemia yang muncul, seperti mengurangi gejala kedinginan. Selain itu juga mengurangi risiko palpitasi – detak dan irama jantung yang tidak normal. Vitamin lain yang terkandung di dalamnya ada vitamin C, asam folat, kalium, dan B6. Buah ini juga baik untuk darah tinggi, sebab manfaat lainnya adalah menurunkan tekanan darah. Anda bisa menyajikannya dengan cara dibuat jus.

9. Daging unggas


Mengonsumsi 100 gram daging ungags, seperti ayam, sudah memenuhi 13% asupan harian zat besi yang disarankan. Selain ayam, makanan penambah darah dari golongan daging unggas adalah daging bebek.

10. mengkonsumsi Nutrilite Iron Folic Plus


Iron Folic Plus adalah makanan tambahan yang terbuat dari ferrous fumarate, ferrous gluconate dan asam folat untuk membantu melengkapi kebutuhan akan zat besi dan folat. NUTRILITE menambahkannya dengan konsentrat eksklusif bayam untuk membantu penyerapan zat gizi. Dianjurkan untuk dikonsumsi oleh wanita yang berada dalam usia subur.

Semua orang memerlukan asupan zat besi dan folat yang cukup, dan asam demi pertumbuhan dan pemeliharaan normal sel tubuh.

Manfaat Produk Iron Folic
zat besi berperan untuk pembentukan sel darah merah, membantu pembentukan energi, meningkatkan daya konsentrasi
asam folat membantu fungsi sistem saraf, perkembangan jaringan dan sel-sel tubuh serta membantu perkembangan janin
konsentrat eksklusif bayam mengandung fitonutrisi yang memberikan manfaat kesehatan
lapisan NUTRILOCK™ akan memastikan kualitas tablet dan memudahkan untuk menelan

Manfaat zat besi :

ransportasi dan penyimpanan oksigen
Dibutuhkan untuk produksi energi atau tenaga, meningkatkan
stamina
Turut membangun sistem kekebalan tubuh
Membantu pembentukan protein
Penetralisir zat-zat beracun misalnya obat-obatan adiktif
Manfaat asam folat :

Membantu perkembangan jaringan dan sel-sel tubuh
Menunjang sistem kardiovaskular (jantung dan peredaran darah)
Pencegahan cacat jaringan saraf pada bayi
Dibutuhkan untuk kelancaran sistem saraf dan kekebalan tubuh
Dibutuhkan untuk pembentukan sel-sel darah

Dosis dan Penggunaan

anak-anak usia 4 tahun keatas
wanita, terutama pada usia subur
ibu hamil & menyusui
dewasa aktif
Dosis Anjuran: 1 – 2 tablet per hari, setelah makan

Isi: 120 tablet

Harga produk : Rp. 235.000
Informasi Nutrisi / Tablet
– 10 mg – Zat Besi
– 133 mog – Asam Folat
– 0,9 kcal (3,8kj) – ENERGI
– 0.034 g – PROTEIN
– 0,189 g – KARBOHIDRAT
– 0,001 g – LEMAK

Untuk informasi pemesanan produk nutrilite dan konsultasi hubungi : 0856-9281-9898


Tidak ada komentar:

Posting Komentar