Rabu, 10 April 2019

KENALI GEJALA ANEMIA



Penyakit anemia merupakan kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal. Anemia bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin, yakni protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Jika memiliki anemia, maka tubuh tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen. Akibatnya, seseorang mungkin akan merasa lelah atau lemah. Selain itu, gejala lain mungkin muncul seperti sesak napas, pusing, atau sakit kepala.

Jenis lain dari anemia meliputi :
  1. Anemia defisiensi B12
  2. Anemia defisiensi folat
  3. Anemia defisiensi besi
  4. Anemia karena penyakit kronis
  5. Anemia hemolitik
  6. Anemia aplastik
  7. Anemia megaloblastik
  8. Anemia pernisiosa
  9. Anemia sel sabit
  10. Talasemia

Anemia yang parah atau berlangsung untuk waktu yang lama bisa menyebabkan kerusakan jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh. Bahkan dalam kasus anemia yang sangat parah juga bisa menyebabkan kematian.

Gejala Anemia
Meski jenisnya beda-beda, penyakit darah yang satu ini memiliki berbagai gejala umum, seperti :

1. Kelelahan
Orang dengan kondisi kurang darah biasanya mengalami kelelahan yang cukup parah dan lebih dari biasanya. Gejala ini merupakan yang paling umum dan pasti dialami oleh orang dengan anemia.

Hal ini terjadi karena tubuh membutuhkan zat besi untuk membuat protein darah yang disebut hemoglobin. Hemoglobin merupakan bagian dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, otomatis oksigen yang diangkut ke jaringan dan otot pun lebih sedikit. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk memindahkan oksigen yang mengalir dalam darah ke seluruh tubuh. Inilah yang membuat Anda cepat lelah.

2. Pucat
Kulit yang pucat menjadi salah satu gejala umum lainnya saat seseorang kekurangan zat besi. Hemoglobin merupakan zat pemberi warna merah di dalam darah.
Itu sebabnya, ketika jumlahnya berkurang, akan memengaruhi warnanya. Itulah yang membuat kulit akhirnya berwarna pucat.

Biasanya, kulit yang pucat ini bisa terlihat di seluruh bagian tubuh atau pada area tertentu saja. Bagian kulit yang biasanya mudah pucat adalah di wajah, gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, hingga kuku.
Seseorang yang sampai memiliki gejala pucat biasanya sudah mengalami anemia sedang hingga berat.

3. Pusing dan sakit kepala
Kepala yang terasa pusing hampir pasti dirasakan oleh orang yang memiliki penyakit darah satu ini. Kondisi ini biasanya terjadi ketika kadar hemoglobin di dalam sel darah merah terlalu rendah. Akibatnya, tidak ada cukup oksigen yang sampai ke otak.

Kurangnya oksigen yang sampai ke otak akan membuat Anda merasa pusing, terutama saat berdiri dari duduk atau berbaring.
Selain itu, kurangnya oksigen ke otak juga membuat pembuluh darah di kepala bengkak dan menekan bagian  lainnya sehingga menyebabkan rasa sakit yang tak bisa dihindarkan.

4. Sesak napas
Sama seperti yang lainnya, kurangnya kadar hemoglobin di dalam darah berimbas pada kurangnya pasokan oksigen ke seluruh tubuh.
Kondisi ini membuat otot tak mendapat cukup oksigen untuk bisa melakukan aktivitas normal sehari-hari, seperti berjalan, naik turun tangga, hingga saat berolahraga ringan.

Ketika kadar oksigen tak mencukupi, laju pernapasan menjadi meningkat. Wajar saja, itu merupakan salah satu upaya tubuh dalam mendapatkan oksigen.
Akibatnya, dada akan merasa sesak meski hanya melakukan aktivitas ringan.

5. Jantung berdebar cepat
Ketika Anda mengalami anemia akibat kekurangan zat besi, biasanya jantung akan mengalami palpitasi atau berdetak cepat melebihi kondisi normal.
Hal ini terjadi karena hemoglobin yang rendah membuat jantung bekerja ekstra keras untuk membawa oksigen. Kondisi ini biasanya terjadi ketika Anda menderita anemia dalam waktu yang sudah cukup lama.

6. Kulit dan rambut kering
Ternyata, gejala anemia juga bisa Anda temukan dengan melihat kondisi kulit dan rambut. Kulit yang kering serta rambut rusak biasanya menjadi salah satu tanda bahwa seseorang kekurangan zat besi.
Mengapa bisa begitu? Kurangnya pasokan oksigen ke berbagai berbagai organ dan jaringanlah yang menjadi biang keladinya.

Kekurangan oksigen membuat jaringan menjadi lebih lemah termasuk pada kulit dan rambut. Bahkan, Anda juga akan mengalami rambut rontok yang lebih banyak dari biasanya akibat kekurangan zat besi yang Anda alami.

7. Pembengkakan dan  nyeri pada lidah serta mulut
Tanda lain bahwa Anda mengalami kurang darah adalah lidah yang bengkak, meradang, dan berwarna pucat. Kondisi ini lagi-lagi disebabkan karena kurangnya zat besi dalam darah.
Kadar hemoglobin yang rendah membuat lidah tak lagi berwarna pink seperti seharusnya.

Sementara itu, rendahnya kadar mioglobin juga memunculkan rasa sakit dan menyebabkan bengkak. Mioglobin sendiri merupakan protein di dalam sel darah merah yang membantu mendukung kerja otot.
Tak hanya di lidah, anemia juga menyebabkan masalah mulut lainnya, seperti mulut kering, retakan merah di sudut bibir, dan sariawan.

8. Tangan dan kaki dingin
Saat tubuh kurang darah akibat kadar zat besi yang rendah, secara otomatis tangan dan kaki akan terasa dingin. Hal ini disebabkan karena minimnya suplai oksigen yang dialirkan ke kedua bagian tersebut.

Sebagian orang bahkan lebih mudah merasa dingin pada hari tertentu dibandingkan hari biasanya karena penyakit ini. Seberapa parah atau seringnya gejala muncul biasanya berkaitan dengan tingkat keparahan anemia yang Anda alami.

Orang yang mengalami kekurangan darah tapi masih ringan, akibat kekurangan zat besi ringan, misalnya, mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Sementara, orang dengan anemia berat bisa saja memiliki gejala yang lebih sering muncul dan terus ada.

Penyebab dan Risiko Anemia
Sumsum tulang adalah jaringan lunak di tengah tulang yang membantu membentuk semua sel darah. Sel-sel darah merah yang sehat akan bertahan antara 90 hingga 120 hari. Lalu, tubuh akan “mengeliminasi” sel-sel darah tua dengan yang baru. Proses ini berlangsung terus menerus. Dalam tubuh ada hormon yang disebut erythropoietin (EPO) yang dibuat di ginjal. Tugasnya untuk memberikan sinyal kepada sumsum tulang agar “menciptakan” lebih banyak sel darah merah bagi tubuh.

Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen dalam sel darah merah dan protein inilah yang memberikan warna merah pada sel darah merah. Bagi pengidap anemia, mereka tidak memiliki cukup hemoglobin.

Kemungkinan penyebab anemia meliputi :
  • Konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Pengeliminasian sel darah merah lebih awal dari biasanya. Hal ini mungkin terjadi karena adanya masalah kekebalan tubuh.
  • Adanya penyakit kronis seperti ginjal, kanker, ulcerative colitis, atau rheumatoid arthritis.
  • Mengidap beberapa bentuk anemia, seperti talasemia atau anemia sel sabit, yang bisa diturunkan.
  • Sedang hamil.
  • Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang seperti limfoma, leukemia, myelodysplasia, multiple myeloma, atau anemia aplastik.


Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terkena anemia :
  1. Kekurangan vitamin dan nutrisi seperti rendah zat besi, vitamin B-12, dan folat.
  2. Gangguan usus sehingga kemampuan menyerap nutrisi dan vitamin berkurang.
  3. Menstruasi.
  4. Kehamilan.
  5. Memiliki penyakit kronis.
  6. Genetik karena ada anggota keluarga yang mengidap anemia.
  7. Faktor lain seperti paparan zat beracun, kondisi imun tubuh, dan lain sebagainya.


Pemicu anemia
Penyakit yang satu ini bisa terjadi pada siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Namun, ada beberapa faktor yang membuat seseorang lebih berisiko terkena penyakit ini, antara lain :
  1. Kekurangan zat besi, vitamin B12, dan folat dalam waktu yang cukup lama.
  2. Gangguan penyerapan di usus, seperti penyakit Crohn dan celiac.
  3. Haid. Dibandingkan dengan wanita menopause, wanita yang masih menstruasi berisiko lebih tinggi terkena anemia.
  4. Kehamilan. Seorang ibu hamil berisiko terkena penyakit ini apabila kekurangan asam folat selama kehamilannya.
  5. Penyakit kronis atau berbagai masalah kesehatan seperti kanker, gagal ginjal, atau rematik meningkatkan risiko anemia.
  6. Keturunan, terutama untuk jenis yang diwarisi, seperti sel sabit.
  7. Usia. Orang yang berusia di atas 65 tahun lebih berisiko tinggi terkena penyakit ini.
  8. Faktor lain, seperti infeksi tertentu, gangguan autoimun, alkohol, dan paparan bahan kimia beracun bisa memengaruhi produksi sel darah merah di dalam tubuh.


Kesehatan optimal dapat dicapai dengan pola hidup yang sehat dan ideal. Namun gizi seringkali tidak terpenuhi dari pola makan kita, oleh karena itu para ahli menganjurkan setiap orang dewasa mengonsumsi Multivitamin dan Multimineral setiap harinya.
Nutrilite Double X merupakan satu - satunya Suplemen anti kanker terbaik yang pernah ada.

Anda perhatikan saja dan silahkan di bandingkan, Hanya Nutrilite Double X yang mempunyai komposisi sempurna.

Terdiri dari tablet multivitamin, multimineral dan fitonutrisi yang mengandung 12 Vitamin + 9 Mineral + 17 Konsentrat Tumbuhan sebanyak 830mg, merupakan antioksidan yang powerfull sebagai anti kanker, yang diambil dari sumber tanaman organik terbaik dan tinggi kalsium
Membantu memelihara kesehatan tubuh, serta membantu memenuhi kebutuhan vitamin & mineral pada saat beraktivitas olahraga, menjalankan program diet, dan seiring pertambahan usia.

Keunggulan :
  • Mengandung 12 Vitamin dan 9 Mineral
  • Tambahan kandungan 17 Konsentrat Tumbuhan Nutrilite
  • Tinggi Kalsium
  • Tidak mengandung zat besi
  • Mengandung Kromium dan Molibdenum
  • Tersedia dalam 3 tablet
  • Kemasan alumunium kedap udara
  • Salutan Nutrilock


Manfaat :
  • Memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral harian
  • Selain kandungan multivitamin dan mineral, Nutrilite Double X mengandung 17 konsentrat tumbuhan sebanyak 831.46 mg. sumber konsentrat diambil dari tanaman terbaik menggunakan teknologi kromatografi untuk menentukan kandungan fitonutrisinya
  • Membantu pemenuhan kebutuhan kalsium yang baik untuk menjaga kesehatan tulang dan gigi juga menjaga fungsi normal saraf dan otot
  • Aman untuk mereka dalam kondisi haemochromatosis, dimana terdapat resiko terjadi penumpukan zat besi dalam tubuh
  • Dapat membantu penderita diabetes untuk mengontrol kadar gula darah
  • Nutrilite Double X dibuat dalam 3 tablet standar yang berbeda isi kandungan dasarnya untuk memudahkan konsumsi tanpa mengurangi jumlah kandungannya
  • Tablet-tablet Nutrilite Double X juga dikemas dalam kemasan alumunium yang kedap udara, sehingga terhindar dari kontaminasi udara dan panas. Nutrilite Double X juga dalam kemasan plastik untuk memudahkan penyimpanan tablet
  • Lapisan Nutrilock akan memastikan kualitas tablet dan memudahkan untuk menelan.


Dosis / Anjuran / Saran
  • usia 12 tahun ke atas
  • mereka dengan aktivitas tinggi
  • mereka yang rentan terhadap stress
  • mereka yang menghadapi polusi tinggi
  • mereka yang ingin memastikan kebutuhan gizinya


Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar