Semua orang tua sudah pasti ingin
punya anak yang sehat dan punya tumbuh kembang optimal serta sesuai usianya.
Untuk mencapai ini, keluarga punya peran penting.
Ada tiga pilar yang menyokong dan
sangat penting bagi pertumbuhan si kecil. Yakni, nutrisi, stimulasi dan kasih
sayang orang tua. Kemudian ada lagi tambahan berupa 'perlindungan' untuk si
kecil.
perlindungan atau cara orang tua
melindungi anaknya dari penyakit, cedera dan polusi. Perlindungan dari orang
tua mencakup pemenuhan nutrisi juga imunisasi dan 'menyediakan' lingkungan yang
bersih untuk anak.
Lalu, peran keluarga seperti apa
sih yang bisa membantu mengoptimalkan tumbuh kembang si kecil? Yang pertama,
semuanya bermula sejak anak dalam kandungan. Tentu yang paling utama diperlukan
nutrisi. Nah, peran bunda sudah pasti dengan mengonsumsi makanan bergizi
seimbang. Sedangkan ayah berperan mendukung dan menyediakan kebutuhan bunda
saat hamil.
stimulasi sangat berpengaruh pada
otak, jadi anak akan melihat mendengar, meniru, mengerti dan mengulang apa yang
kita lakukan.
Kemudian berikan kasih sayang,
dipeluk, dicium, diberi pujian, diberi tepuk tangan, atau bahkan diberi hadiah
akan membentuk rasa aman dan percaya diri pada anak.
Lingkungan yang bersih dan sehat
juga sangat memengaruhi tumbuh kembang anak secara positif. Untuk itu, orang
tua perlu banget memastikan lingkungan keluarga bersih dan sehat
Orangtua perlu menyadari bahwa
perkembangan anak dimulai sejak dini. Salah satu cara untuk memaksimalkan
perkembangannya adalah dengan memberikan dukungan yang sesuai dengan kebutuhan
anak.
Dukungan untuk kepintaran akal,
fisik, sosial Ada hal sederhana yang dapat dilakukan orangtua untuk mendukung
perkembangan akal anak. Salah satunya adalah dengan memenuhi asupan nutrisi
berikut :
1. Asam Lemak Esensial (Omega 3
& 6)
DHA (Docosehaxaenoic Acid) dan AA
(Arachidonic Acid) adalah bagian dari rantai panjang asam lemak esensial Omega
3 dan Omega 6, berturut-turut. Asam lemak Omega 3 (Asam alfa-linolenat) dan
Omega 6 (Asam Linoleat) penting untuk proses mengamati dan berpikir si kecil
dan tidak dapat dihasilkan tubuh. Anda bisa mendapatkannya dari sarden,
tongkol, salmon, tuna, udang, kerang, kacang kenari, dan minyak zaitun.
2. Kolin
Kolin adalah nutrisi yang
dibutuhkan untuk perkembangan otak dan fungsi daya ingat. Selain itu, kolin
membantu proses komunikasi otak dengan organ-organ lain di tubuh. Sumber
makanan yang mengandung kolin antara lain telur, susu yang difortifikasi,
brokoli, kubis, kembang kol, tahu, yoghurt, dan daging sapi tanpa lemak.
3. Zat besi
Zat besi juga unsur paling
penting dalam menjaga dan meningkatkan aktivitas saraf. Selain itu, zat besi
membantu kerja enzim yang penting untuk perangsangan saraf. Makanan sumber zat
besi antara lain daging sapi, daging kambing, sayuran hijau, dan
kacang-kacangan.
4. Vitamin A
Vitamin A dibutuhkan untuk
mendukung fungsi penglihatan, pertumbuhan tulang, dan membantu melindungi tubuh
dari infeksi. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan vitamin A 400 mikrogram
per hari (AKG, 2013). Pastikan si kecil mengonsumsi wortel, bayam, ubi, dan
paprika merah untuk mendapat asupan vitamin A yang cukup.
Dukungan untuk kepintaran fisik
Sementara untuk kepintaran fisik,
orangtua dapat mendukung perkembangannya dengan memenuhi kebutuhan protein dan
alpha-lactalbumin.
1. Protein
Setiap sel di tubuh memerlukan
protein. Bagi anak usia dini, sebanyak 10 persen tenaganya bersumber dari
protein. Oleh karena itu, protein merupakan komponen esensial yang akan
membantu si kecil tumbuh aktif. Sumber protein terbaik untuk si kecil yaitu
daging sapi, daging unggas, kuning telur, susu, dan kacang – kacangan.
2. Alpha-lactalbumin
alpha-lactalbumin adalah protein
whey yang terdiri dari sekitar 20 persen dari total kandungan protein yang
mudah dicerna. Dapat meningkatkan
penyerapan mineral dan menstimulasi fungsi daya tahan tubuh dan memiliki efek
prebiotik, alpha-lactalbumin banyak terkandung di daging, unggas, ikan, telur,
dan susu yang difortifikasi.
Dukungan untuk kepintaran sosial
Kecerdasan yang terakhir dan tak
kalah penting adalah kecerdasan sosial. Orangtua memainkan peranan yang begitu
besar dalam mendukung perkembangannya. Caranya, ajarkan anak secara langsung
atau berikan contoh bagaimana untuk berhadapan dengan orang lain.
NUTRILITE CHEWABLE IRON
Untuk menunjang pertumbuhan otak
anak, dibutuhkan zat besi yang berperan untuk pembentukan sel saraf dan
membantu kecerdasan. Untuk memastikan kecukupan zat besi pada anak Anda,
berikan Nutrilite Chewable Iron yang terbuat dari ferrous lactate dengan rasa
vanilla yang disukai anak-anak. Chewable Iron menyediakan 3,67 mg zat besi per
tabletnya.
Isi: 80 tablet
Manfaat Produk
- menyediakan zat besi dalam jumlah cukup dan aman bagi anak, yaitu 3,67 mg per tabletnya
- zat besi dipelukan anak untuk proses pembentukan sel darah merah dan otot yang sehat, transportasi dan penyimpanan oksigen, pembentukan energi dan protein, menunjang kesehatan sel saraf, meningkatkan konsentrasi dan daya ingat, serta membantu kecerdasan anak
- berbahan dasar ferrous lactate, yang mudah diserap dan dicerna tubuh
- tersedia dalam bentuk tablet kunyah dengan vanila, sangat disukai anak-anak
- tanpa perasa, pewarna maupun pengawet buatan, sehingga aman dikonsumsi anak-anak setiap hari
Dosis dan Penggunaan
- anak-anak usia 1 tahun keatas
- dewasa yang sulit menelan tablet
Dosis Anjuran: 1-3 x 1 tablet per
hari, setelah makan
Untuk informasi lebih lanjut dan untuk info pembelian produk hubungi :
Tlp.0856-9281-9898
Terimakasih


Tidak ada komentar:
Posting Komentar