Jumat, 05 April 2019

MENGATASI PENYAKIT PARU-PARU BASAH



Paru-paru basah disebut pneumonia, yaitu penyakit yang ditandai peradangan pada kantung udara (alveolus) di salah satu atau bagian bagian paru-paru. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, jamur dan bakteri pada saluran napas yang membuat alveoli dipenuhi cairan atau nanah. Meskipun bisa terjadi pada siapa saja, paru-paru basah lebih rentan terjadi pada wanita dibanding pria.

Terdapat 3 Jenis Paru-Paru Basah
Berdasarkan penyebabnya, paru-paru basah terbagi menjadi empat jenis. Berikut ini penjelasannya :
  • Pneumonia akibat bakteri, yaitu bakteri Streptococcus pneumoniae, Legionella pneumophila dan Chlamydophila pneumonia. Jenis ini rentan terjadi setelah sembuh dari sakit flu atau pilek yang parah.
  • Pneumonia akibat mikoplasma, yaitu jenis organisme penyebab paru-paru basah yang rentan terjadi pada anak-anak dan dewasa muda.
  • Pneumonia akibat virus. Infeksi virus pada saluran napas bisa memicu terjadinya paru-paru basah yang rentan terjadi pada anak-anak dan lansia.
  • Pneumonia tipe lain, seperti pneumocystis carinii yang umumnya menyerang Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) dan pengidap tuberkulosis.


Ciri-Ciri, dan Jenis-Jenis Paru-Paru Basah

Ciri-ciri paru-paru basah memiliki tahapan yang bervariasi yang dimulai dari ringan hingga berat. Ciri-ciri paru-paru basah terlihat dari kondisi alveolus yang terisi cairan atau nanah yang menyebabkan penderita kesulitan bernapas.

Paru-paru basah pada umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri dan sebagian kecil kasus lain dikarenakan serangan virus. Pneumonia akibat bakteri dapat disembuhkan dengan pemberian antibiotik melalui diagnosis yang tepat oleh dokter.

Paru-paru basah menjadi penyakit yang mulai dinyatakan serius umumnya saat menjangkiti anak-anak dan seorang penderita penyakit paru yang sudah lama atau kronis. Untuk itu, vaksinasi pneumonia dapat diberikan agar terhindar dari jenis-jenis pneumonia dan penyakit mematikan lainnya.

Gejala paru-paru basah terlihat dengan kemunculan sejumlah gangguan, antara lain :
  • Nyeri dada yang bertambah parah ketika batuk
  • Batuk kering atau disertai dahak dan mengi
  • Napas cepat dan kesulitan bernapas (asma)
  • Demam, menggigil, dan sering berkeringat
  • Nyeri otot
  • Kehilangan nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Jantung berdebar


Cegah Paru-Paru Basah dengan Gaya Hidup Sehat
Cara terbaik mencegahnya adalah menerapkan gaya hidup sehat, di antaranya dengan cara :
  • Rutin mencuci tangan pakai sabun, terutama sebelum makan, saat menyajikan makanan, setelah dari toilet dan setelah menyentuh hewan peliharaan. Tujuannya mencegah penularan kuman yang bisa menyebabkan penyakit ini.
  • Tutup mulut dan hidung saat bersin atau batuk untuk mencegah penularan kuman penyebab paru-paru basah, serta mencegah penyebaran kuman melalui percikan air liur (droplet) yang dikeluarkan saat bersin atau batuk.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, terutama buah dan sayuran.
  • Tidur cukup. Durasi tidur ideal orang dewasa sekitar 6 - 8 jam per hari.
  • Berhenti merokok. Alasannya karena merokok bisa menurunkan sistem imun untuk melawan kuman penyebab paru-paru basah.
  • Rutin berolahraga, setidaknya 15 - 30 menit per hari. Kamu bisa melakukan olahraga apa pun yang disukai, seperti lari, renang, sepak bola dan olahraga lainnya.
  • Melakukan vaksinasi pneumokokus, yaitu jenis vaksin yang berguna untuk mencegah penyakit pneumokokus seperti pneumonia, meningitis dan bakteremia. Vaksin pneumokokus pada anak diberikan dalam 3 kali dosis dasar dan 1 kali booster. Pada orang dewasa, ada dua jenis vaksin pneumokokus yang diberikan, yaitu jenis konjugasi dan jenis vaksin pneumokokus polisakarida.
  • Itulah gejala dan cara mencegah paru-paru basah yang perlu diketahui.


Manfaat omega 3 untuk menjaga kesehatan paru
Dalam kondisi rileks, paru-paru yang sehat bisa membantu Anda bernapas hingga 30 ribu kali setiap harinya. Namun pola hidup yang buruk, terutama kebiasaan merokok, dan berbagai kondisi lain dapat menyebabkan munculnya gangguan pada paru.
Penyakit yang terkait dengan paru dan pernapasan seperti kanker paru, pneumonia, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) seperti bronkitis kronis dan emfisema, hingga asma dapat membatasi kemampuan paru-paru untuk menghirup udara. Akibatnya, organ dalam tubuh bisa tidak mendapatkan cukup aliran darah segar beroksigen sehingga tidak dapat berfungsi dengan optimal.

Beberapa penyakit paru kronis diketahui dapat dipicu atau disebabkan oleh peradangan pada jaringan dan bagian paru tertentu. Misalnya, infeksi bakteri penyebab pneumonia yang menyebabkan peradangan pada pleura, selaput yang melapisi dinding rongga dada yang menjadi “rumah” bagi paru-paru Anda. Asma juga dapat terjadi karena adanya peradangan pada bronkus, sehingga mengakibatkan penyempitan jalur napas yang memicu gejala asma.

Di sinilah peran manfaat omega 3 yang Anda dapat dari variasi makanan sehat untuk membantu memperbaiki kondisi paru. Seperti yang telah dijelaskan di atas, omega 3 berfungsi sebagai agen anti peradangan dan membantu meningkatkan sistem imun, baik pada orang dewasa maupun anak-anak.
Berbagai penelitian melaporkan bahwa konsumsi makanan tinggi omega-3 dapat membantu menurunkan peradangan dalam paru sehingga mempercepat masa penyembuhan pneumonia. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mickleborough, et al. manfaat omega 3 dari makanan pada orang-orang yang memiliki asma dapat membantu mengurangi kekakuan pada bronkus akibat peradangan, terutama setelah berolahraga dan berakitivitas fisik yang melelahkan.

NutriliteTM Salmon Omega 3 Complex


Untuk memastikan tubuh Anda cukup mendapatkan asupan Omega 3, rutinlah mengonsumsi NutriliteTM Salmon Omega 3 Complex setiap hari. Suplemen ini mengandung 2 asam lemak esensial Omega 3, EPA (Eicosapentanoic Acid) dan DHA (Docosahexanoic Acid) yang berasal dari ikan Salmon perairan Norwegia, Atlantik Utara yang bebas pencemaran.

Manfaat lain dari NutriliteTM Salmon Omega 3 Complex di antaranya adalah :
  1. Kandungan asam lemak Omega 3 akan memperlambat terjadinya pembekuan darah, membantu pertumbuhan dan perkembangan fungsí normal otak, mata, saraf dan sendi, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta memiliki efek anti radang.
  2. Asam lemak Omega 3 juga mempertahankan tekanan darah, kadar kolesterol dan trigliserida untuk mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah.
  3. Kandungan Vitamin E yang merupakan antioksidan membantu mempertahankan kualitas dari minyak ikan.


Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk hubungi :
Tlp.  0856.9281.9898

Terimakasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar