Saat berpuasa, kamu harus
memperhatikan asupan nutrisi dalam tubuh agar tetap sehat dan bugar. Hal ini
disebabkan karena kamu tidak akan makan dan minum selama lebih dari 12 jam, dan
pastinya akan ada perubahan fungsional pada tubuh. Jika tidak diperhatikan,
bukan tidak mungkin tubuh akan terasa lemas dan lesu saat puasa. Pastinya,
berbagai penyakit pun rentan menyerang.
Menahan lapar dan haus selama
berpuasa memunculkan banyak perubahan di dalam tubuh, termasuk nutrisi.
Hilangnya nutrisi saat puasa ini disebabkan oleh tidak adanya asupan makanan
ataupun minuman selama beberapa jam. Apa saja nutrisi yang hilang dari tubuh ketika
berpuasa? Berikut penjelasannya satu persatu.
1. Karbohidrat
Ketika puasa, tubuh tidak
mendapat asupan karbohidrat (sakarida) dan tentunya produksi glukosa
(monosakarida) akan berkurang. Agar tubuh tetap berenergi, akhirnya tubuh
“terpaksa” mengubah amunisi cadangannya yaitu glikogen (polisakarida). Glikogen
adalah hasil akhir dari formasi glukosa dalam tubuh yang tersimpan dalam sel
dan hati sebagai cadangan energi.
Proses perubahan glikogen menjadi
energi ini disebut dengan glikogenolisis. Ada dua sumber glikogen dalam tubuh,
yaitu otot dan hati. Proses glikogenolisis (proses pemecahan/penguraian) yang
terjadi di dua tempat tersebut, punya tujuannya masing-masing, yaitu :
- Glikogen di otot, digunakan untuk keperluan menghasilkan energi.
- Glikogen di hati, dilakukan untuk mempertahankan kadar gula dalam darah pada saat jeda waktu makan.
Glikogen dalam hati akan
mengalami proses glikogenolisis ketika berpuasa, sedangkan glikogen dalam otot
hanya akan mengalami glikogenolisis setelah melakukan olahraga yang berat dan
lama. Oleh karena itu, ketika sudah waktunya berbuka, jangan lupa untuk
mengonsumsi karbohidrat yang cukup, ya. Kalau tidak, proses glikogenolisis akan
terjadi secara terus-menerus. Hal ini berbahaya karena dapat menyebabkan
kerusakan pada organ hati.
2. Lemak
Selain mendapatkan energi melalui
glikogenolisis, tubuh juga mendapat alternatif energi dari lemak yang ada dalam
tubuh. Pemecahan atau katabolisme lemak dimulai saat lemak berada di dalam
sistem pencernaan makanan. Lemak akan dipecah menjadi asam lemak dan gliserol.
Dari kedua senyawa tersebut, asam lemak mengandung sebagian besar energi,
sekitar 95 persen dan gliserol 5 persen.
Untuk dapat menghasilkan energi
yang dibutuhkan tubuh, asam lemak akan mengalami oksidasi yang terjadi di dalam
mitokondria, sedangkan gliserol dirombak secara glikolisis. Setelah berada di
dalam mitokondria, asam lemak akan mengalami oksidasi untuk menghasilkan
energi.
3. Protein
Protein terdiri dari beberapa
asam amino. Asam amino akan diolah menjadi energi ketika tubuh kekurangan
karbohidrat atau memiliki kelebihan asam amino. Meski begitu, tidak semua
bagian asam amino akan diserap oleh tubuh, sebagian harus dibuang karena
beracun bagi tubuh.
Berbukalah dengan yang Manis
Sumber energi terbanyak pada
tubuh ada pada makanan yang berasal dari karbohidrat dan mengandung kadar gula
yang cukup. Jadi sebaiknya saat berbuka puasa, nikmatilah makanan manis
terlebih dahulu. Namun ingat ya, porsinya harus tetap sesuai dengan kebutuhan
dan tidak berlebihan. Jumlahnya hanya boleh sekitar yaitu lima persen dari
total asupan kalori yang masuk pada tubuh.
Tidak ada salahnya juga jika kamu
mencoba berbuka dengan yang manis alami. Misalnya dengan mengonsumsi
buah-buahan. Buah kurma adalah salah satu buah yang direkomendasikan sebagai
makanan berbuka bagi orang yang menjalani puasa. Buah kurma memiliki kandungan
yang terbilang cukup lengkap jika dibandingkan dengan buah yang lain.
Dalam satu buah kurma terkandung
gula, mineral, protein, lemak dan berbagai macam vitamin. Kurma juga memiliki
kandungan glukosa yang cukup tinggi, sehingga bisa mengembalikan energi yang
hilang selama berpuasa. Kalau kamu sulit menemukan buah kurma, kamu bisa
mengganti buah kurma dengan buah lain seperti semangka atau blewah.
Itulah sedikit penjelasan tentang
beberapa jenis nutrisi yang hilang ketika berpuasa.
supaya kamu terhindar dari
berbagai serangan penyakit dan tetap lancar saat berpuasa, pastikan kamu
memenuhi kebutuhan tubuh dengan nutrisi yang dibutuhkan saat puasa berikut ini :
Protein
Protein tak hanya berperan untuk
mempercepat terbentuknya jaringan otot pada tubuh kamu. Nutrisi makro ini juga
penting sebagai glikogen yang akan dipecah agar tubuh tetap berenergi, meskipun
sedang berpuasa. Kamu bisa memilih telur, ayam, atau ikan daripada daging
sebagai menu saat bersantap sahur. Namun, jangan sampai kamu mengonsumsi banyak
garam ya, karena bisa membuat kamu cepat merasa haus.
Karbohidrat
Nutrisi satu ini juga sangat
dibutuhkan tubuh saat berpuasa. Pasalnya, karbohidrat menjadi sumber energi utama
yang akan digunakan oleh tubuh untuk menunjang segala aktivitas kamu
sehari-hari. Kurangnya asupan karbohidrat pada tubuh tentu akan membuat kamu
merasa lesu dan kurang bertenaga. Supaya tidak cepat lapar, kamu bisa memilih
menu sahur berupa karbohidrat kompleks, seperti roti gandum atau oatmeal.
Serat
Rasa kenyang lebih lama juga bisa
kamu dapatkan jika mengonsumsi makanan berserat saat sahur dan berbuka. Hal ini
disebabkan karena serat membantu memperlambat proses konversi karbohidrat
menjadi gula.
Nutrisi satu ini tak hanya bisa
kamu dapatkan pada berbagai sayur-sayuran, tetapi juga pada beberapa makanan
sumber karbohidrat, seperti beras merah, hitam, atau cokelat. Serat juga baik
untuk menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, lho, sehingga tubuh akan
terjaga kesehatannya.
Lemak
Lemak juga menjadi nutrisi yang
dibutuhkan saat puasa, meskipun kebutuhannya tidak sebanyak protein atau
karbohidrat. Namun kamu tak boleh sembarangan mengonsumsi makanan berlemak
untuk memenuhi kebutuhan tubuhmu. Karena jenis lemak yang kamu butuhkan adalah
lemak baik alias High Density Lippoprotein (HDL). HDL bisa kamu dapatkan dari
makanan seperti ikan, alpukat, biji-bijian, bayam, dan minyak zaitun.
Sementara itu, kamu perlu
menghindari lemak jahat alias Low Density Lippoprotein (LDL) yang berasal dari
makanan seperti daging merah, unggas, produk susu, butter, cream, minyak
kelapa, dan lainnya karena inilah lemak yang memicu berbagai penyakit, mulai
dari hipertensi, obesitas, hingga stroke. Selain itu, makanan berlemak akan
membuat kamu cepat merasa kenyang dan kembali merasa lapar.
Vitamin dan Mineral
Jangan lupa sayur dan buah-buahan
ya. Tubuh kamu juga butuh asupan vitamin dan mineral, dan buah serta sayur
adalah sumber terbaik yang bisa kamu dapatkan. Buah yang mengandung banyak air
bisa membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh kamu, sehingga kamu akan
terhindar dari rasa haus selama berpuasa.
Kamu juga bisa menutup santap
sahur dengan membuat semangkuk salad buah yang dipadukan dengan yoghurt rendah
lemak. Sebaiknya, jangan terlalu banyak mengonsumsi gula saat sahur, dan
hindari konsumsi kafein, karena bisa membuat kamu sulit tidur dan cepat lelah.
Itu tadi berbagai jenis nutrisi
yang dibutuhkan saat puasa agar tubuh tetap sehat dan bugar meskipun tidak
terisi dalam waktu yang lama. Supaya menu sahur kamu lebih sehat dan lengkap,
jangan lupa konsumsi vitamin C, susu, dan madu, atau ketiganya tetapi dalam
rentang waktu yang berbeda.
NUTRILITE DOUBLE X
Menghadirkan 12 vitamin, 9
mineral dan 17 konsentrat fitonutrisi untuk membantu memeilhara kesehatan.
NutriliteTM Double X memberi
manfaat sama dengan NutriliteTM Triple Shield Echinacea, bahkan lebih banyak
lagi. Selain ketiga hal tersebut, NutriliteTM Double X juga membantu memelihara
kesehatan tubuh, serta membantu memenuhi kebutuhan vitamin & mineral pada
saat beraktivitas olahraga, menjalankan program diet, dan seiring pertambahan
usia.
NutriliteTM Double X terdiri dari
tablet multivitamin, multimineral dan fitonutrisi yang mengandung 12 Vitamin +
9 Mineral + 17 Konsentrat Tumbuhan. Setiap kemasannya berisi 186 tablet (62
tablet multivitamin, 62 tablet multimineral, dan 62 tablet fitonutrisi).
Manfaat Produk NUTRILITE Double X
- memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral sehari-hari
- mengandung tambahan konsentrat yang berasal dari tanaman organik terbaik menggunakan teknologi kromatografi untuk menentukan kandungan fitonutrisinya
- mengandung tinggi kalsium baik untuk kesehatan tulang dan gigi
- tidak mengandung zat besi, aman bagi penderita haemochromatosis
- dibuat dalam 3 tablet standar yang berbeda isi kandungan dasarnya agar mudah dikonsumsi namun tidak mengurangi jumlah kandungannya
- dikemas dalam kemasan alumunium yang kedap udara, sehingga terhindar dari kontaminasi udara dan panas; juga dalam kemasan plastik untuk memudahkan penyimpanan tablet
- lapisan NUTRILOCK™ akan memastikan kualitas tablet dan memudahkan untuk menelan
Dosis dan Penggunaan
- usia 12 tahun ke atas
- mereka dengan aktivitas tinggi
- mereka yang rentan terhadap stress
- mereka yang menghadapi polusi tinggi
- mereka yang ingin memastikan kebutuhan gizinya
Dosis Anjuran: 2 x sehari (setiap
tabletnya) setelah makan
Untuk informasi laebih lanjut dan
untuk info pembelian produk hubungi :
Tlp. 0856-9281-9898
Terimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar