Kamis, 23 Mei 2019

CARA MENGATASI DEMAM PADA ANAK


Demam pada anak adalah peningkatan suhu tubuh anak secara sementara dan sering diakibatkan karena penyakit tertentu. Demam harus diukur dengan termometer dan tidak boleh mengandalkan perabaan atau perasaan orang tua saja. Demam menunjukkan bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh anak dan dianggap sebagai respons normal tubuh terhadap berbagai kondisi, terutama infeksi.


Penyebab Demam pada Anak
Beberapa penyebab demam pada anak, antara lain :
  • Infeksi saluran pernapasan yang dapat disebabkan oleh virus atau bakteri, meliputi batuk, pilek, dan radang tenggorokan.
  • Infeksi dan radang pada telinga (otitis).
  • Infeksi dan radang pada amandel (tonsillitis).
  • Infeksi dan radang pada sinus (sinusitis).
  • Efek samping imunisasi tertentu.
  • Virus roseola.
  • Diare akibat makanan yang terkontaminasi kuman (gastroentritis).
  • Infeksi ginjal.
  • Batuk rejan.
  • Disentri.
  • Tifus.
  • Cacar air.
  • Demam berdarah.
  • Malaria.
  • Infeksi saluran kemih.
  • Infeksi dan radang pada paru-paru (pneumonia).
  • Infeksi dan radang pada selaput otak (meningitis).
  • Infeksi darah (septikemia).
  • Lingkungan yang panas.
  • Pakaian yang terlalu tebal atau berlapis-lapis.

Faktor Risiko Demam pada Anak
Beberapa faktor risiko demam pada anak, antara lain :
  • Anak-anak lebih mudah tertular penyakit dan mengalami demam.
  • Anak-anak lebih sering berdekatan dengan orang yang sakit, sehingga lebih mudah terkena infeksi dan demam.
  • Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh lemah, lebih mudah mengalami infeksi dan demam.
  • Anak-anak yang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi dapat mengalami infeksi dan demam.

Gejala Demam pada Anak
Beberapa gejala yang menyertai demam, antara lain :
  • Mudah marah, rewel, dan lesu.
  • Nafsu makan menurun.
  • Menangis lebih sering.
  • Bernapas dengan cepat.
  • Kebiasan tidur atau makan mengalami perubahan.
  • Mengalami kejang.
  • Merasa lebih panas atau lebih dingin daripada orang lain di ruangan yang terasa nyaman.
  • Mengalami nyeri tubuh dan sakit kepala.
  • Tidur lebih lama atau mengalami kesulitan tidur.

Beberapa gejala yang terjadi bersamaan dengan demam dan patut diwaspadai, antara lain :
  • Tubuh menjadi lebih lemas dan kesadaran menurun.
  • Menjadi sensitif terhadap cahaya terang.
  • Reaksinya kurang responsif.
  • Lebih sering tidur dan sulit untuk dibangunkan.
  • Mengalami kebingungan.
  • Mengalami gangguan dalam bernapas.
  • Mengalami gejala-gejala dehidrasi, seperti jarang buang air kecil, menangis tanpa keluar air mata, dan sedikit berkeringat walaupun udara panas.
  • Muntah-muntah disertai sakit kepala atau leher yang terasa kaku.
  • Bagian dalam dari bibir atau kulit terlihat pucat atau mulai membiru.
  • Mengalami sakit pada bagian dalam telinga.
  • Nyeri pada perut atau nyeri ketika buang air kecil.
  • Mengalami kejang-kejang.
  • Demam tinggi yang disertai ruam.
  • Mengalami muntah atau diare yang berkelanjutan dan tidak kunjung mereda.
  • Pembengkakan tenggorokan.

Mengatasi demam pada anak dengan cara :

1. Mandi air hangat
Memandikan anak dengan air hangat atau ruam-ruam kuku, akan membantu meredakan demam pada anak. Jangan memandikannya dengan air dingin karena ia akan menggigil kedinginan. Tambahkan garam mandi atau essential oil misalnya Lavender oil untuk menenangkan tubuh. Bila tidak mungkin memandikannya, lap tubuh dengan handuk atau washlap basah yang hangat.

2. Pijat dengan ramuan herbal
Campurkan minyak kayu putih dengan 2-3 parutan bawang merah, ditambah seiris jeruk nipis. Bila minyak kayu putih terlalu keras, bisa diganti dengan minyak kelapa. Jeruk nipis dapat digantikan dengan asam Jawa. Pijatlah tubuh si kecil dengan ramuan ini, terutama punggung, dada, dan perut.

3. Terapi kaus kaki
Masukkan kaki Anda di air panas. Kemudian masukkan sepasang kaus kaki katun ke air dingin, peras dan kenakan sebelum pergi tidur. Kenakan sepasang kaus kaki kering yang terbuat dari wol di atas kaus kaki yang basah.
Terapi ini akan membantu mengatasi demam pada anak dengan mengumpulkan darah di kaki, sehingga melancarkan peredaran darah.

4. Kipas angin
Kipas angin yang tidak diarahkan secara langsung kepada anak dapat membantu menurunkan suhu tubuh. Anak sebaiknya jangan mengenakan pakaian yang terlalu tebal.

5. Kompres
Inilah cara paling umum yang sering dilakukan sejak dulu, karena paling mudah dilakukan dan efektif. Kompreslah dahi dengan handuk basah yang hangat.

6. Pijat dengan pepermint oil
PepperMint Oil sangat bermanfaat untuk meredakan demam pada anak. Mentol yang ada di dalam PepperMint Oil akan melancarkan hidung yang mampat tersumbat, sinusitis, serta gejala demam lainnya. Pijatlah dada dan punggungnya secara perlahan. PepperMint Oil akan meredakan temperatur kulit si Kecil yang hangat.

7. Perbanyak asupan cairan
Salah satu efek dari demam pada anak adalah dehidrasi atau kurangnya cairan tubuh. Berikan minum yang banyak. Cobalah makanan berkuah kaldu, teh herbal misalnya teh jahe dan madu. Anda juga dapat memberikan jus buah yang dibekukan untuk mengatasi demam pada anak dari dalam tubuh.

8. Makanan pedas
Bila anak suka pedas, beri ia sedikit makanan pedas kesukaannya. Karena sedikit makanan pedas dapat membuatnya berkeringat dan melancarkan peredaran darah.

9. Makanan bergizi untuk kekebalan tubuh
Berikan makanan yang bergizi tinggi agar daya tahan tubuhnya lebih baik. Demam pada anak membuat selera makan jadi menurun. Jadi pastikan apa yang ia makan benar-benar bergizi. Kuah kaldu (bukan dari kaldu blok, tetapi kuah rebusan ayam/daging) adalah salah satu contoh makanan bergizi untuknya.

10. Perbanyak tidur atau istirahat
Istirahat membuat suhu tubuh mudah reda. Bila si kecil terus aktif bergerak, tubuh akan lelah dan temperatur dapat meningkat. Bila ia tidak mau tidur, putarkan acara TV kesenangannya dan minta ia berbaring.

NUTRILITE Triple Shield Echinacea


Suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mempercepat pemulihan.
Saat daya tahan tubuh menurun, Anda mudah sekali terserang sakit seperti batuk, flu dan radang tenggorokan. NUTRILITE™ Triple Shield Echinacea menggunakan campuran 3 jenis ekstrak yaitu ekstrak akar Echinacea purpurea, ekstrak akar dan tumbuhan Echinacea angustifolia, dan konsentrat citrus untuk meningkatkan daya tahan tubuh Anda dan mempercepat pemulihan. Dengan 3 paduan ekstrak ini, NUTRILITE™ Triple Shield Echinacea memiliki kemampuan dua kali lebih baik dari produk Echinacea umumnya.

Isi: 120 tablet

Manfaat Produk
• menggunakan paduan dari ekstrak Echinacea purpurea dan Echinacea agustifolia, yang memiliki kandungan aktif Echinacosides dan Polisakarida yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh
• dapat meningkatkan sistem imunitas dan membantu mengatasi masalah pernafasan seperti alergi, asma serta masalah penyakit kulit yang cukup parah seperti jerawat dan eksim
• tambahan konsentrat citrus mengandung multiflavonoid memberikan manfaat bagi kesehatan
• lapisan NUTRILOCK™ akan memastikan kualitas tablet dan memudahkan untuk menelan

Dosis dan Penggunaan
• usia 10 tahun keatas
• mereka yang daya tahan tubuhnya sedang menurun
• mereka yang mengalami infeksi jamur dan bakteri
• mereka yang memiliki masalah pernafasan seperti alergi dan asma

Dosis Anjuran
• pada saat daya tahan tubuh turun 2 x 3 tablet per hari, setelah makan
• ketika kondisi sudah membaik 1 x 3 tablet per hari, setelah makan

Saran
• konsumsi selama maksimal 2 minggu berturut-turut, bila tidak ada perubahan segera konsultasi ke dokter
• tidak disarankan bagi ibu hamil dan menyusui
• tidak disarankan bagi penderita penyakit autoimun (kekebalan), HIV/AIDS, leukimia, TBC, lupus dan rheumatoid arthritis (RA)

Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk hubungi :
Tlp/Wa : 0856-9281-9898

Terimakasih.

1 komentar: