Kanker tulang adalah jenis kanker
yang menyerang tulang. Kondisi ini dapat dialami oleh anak-anak hingga orang
dewasa. Kanker tulang dapat menyerang tulang mana pun di dalam tubuh, namun
umumnya terjadi di tungkai, lengan, dan panggul.
Kanker tulang tergolong kondisi
yang jarang terjadi, hanya sebesar 1% dari seluruh penderita kanker. Tumor yang
terbentuk pada tulang pun lebih banyak yang jinak dibandingkan yang ganas.
Penyebab dan Faktor Risiko Kanker
Tulang
Penyebab pasti kanker tulang
belum diketahui. Akan tetapi, kondisi ini diduga dipicu oleh perubahan atau
mutasi pada gen pengendali pertumbuhan sel. Mutasi tersebut menjadikan sel
tumbuh secara tidak terkendali, dan membentuk tumor di tulang.
Kanker yang terbentuk di tulang
dapat menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau aliran getah
bening.
Terdapat sejumlah faktor yang
dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tulang, yaitu :
- Menderita kelainan genetik yang disebut sindrom Li-Fraumeni.
- Pernah menjalani pengobatan dengan radioterapi.
- Pernah menderita kanker mata yang disebut retinoblastoma, sewaktu kecil.
- Pernah menderita hernia umbilikalis, sewaktu
- Menderita penyakit Paget, yaitu suatu kondisi di mana tulang menjadi lemah.
Gejala Kanker Tulang
Berikut ini adalah tiga tanda dan
gejala utama penyakit kanker tulang, yakni :
Nyeri.
Penderita kanker tulang akan
merasakan nyeri pada area tulang yang terkena. Awalnya, nyeri hanya terasa
sesekali, namun akan menjadi makin sering seiring pertumbuhan kanker. Nyeri akan
makin terasa saat bergerak, dan biasanya memburuk di malam hari.
Pembengkakan.
Pembengkakan dan peradangan
muncul di area sekitar tulang yang terkena kanker. Apabila pembengkakan terjadi
di tulang dekat persendian, penderita akan sulit menggerakkan sendi.
Tulang rapuh.
Kanker tulang menyebabkan tulang
menjadi rapuh. Bila semakin parah, cedera ringan saja dapat menyebabkan patah
tulang.
Beberapa gejala lain yang dapat
menyertai tiga tanda utama di atas adalah :
- Berat badan turun tanpa sebab.
- Berkeringat di malam hari.
- Tubuh mudah lelah.
- Demam.
- Sensasi kebas atau mati rasa, bila kanker terjadi di tulang belakang dan menekan saraf.
- Sesak napas, bila kanker tulang menyebar ke paru-paru.
Perlu diketahui, nyeri tulang
pada orang dewasa terkadang disalahartikan sebagai radang sendi. Sedangkan pada
anak-anak dan remaja, terkadang dianggap sebagai efek samping pertumbuhan
tulang. Segera periksakan ke dokter bila Anda atau anak Anda merasakan nyeri
tulang yang hilang dan timbul, memburuk di malam hari, dan tidak membaik meski
telah mengonsumsi obat pereda nyeri.
Jenis Kanker Tulang
Berikut ini adalah jenis-jenis
kanker tulang :
Osteosarcoma.
Osterosarcoma merupakan jenis
kanker tulang paling umum, yang berkembang di sel tulang lengan, tungkai, dan
panggul. Osteosarcoma lebih sering terjadi pada usia 10-30 tahun, dan lebih
banyak dialami oleh pria dibandingkan wanita.
Chondrosarcoma.
Jenis kanker tulang ini
berkembang di sel tulang rawan pada area lengan atas, bahu, rusuk, panggul, dan
paha. Chondrosarcoma lebih sering terjadi pada wanita berusia di atas 40 tahun.
Sarkoma Ewing.
Jenis kanker tulang ini umumnya
berkembang di tulang panggul, tulang paha, dan tulang kering. Sarkoma Ewing
lebih sering terjadi pada usia 10-20 tahun. Hanya 10 persen dari kasus sarkoma
Ewing yang dialami oleh orang dewasa berusia 20 tahun ke atas.
Chordoma.
Jenis kanker tulang ini umumnya
muncul di dasar tulang tengkorak atau di tulang belakang, serta cenderung
tumbuh perlahan. Chordoma paling sering menyerang pria berusia 30 tahun ke
atas.
Tumor sel raksasa pada tulang.
Meskipun sebagian besar tumor jenis ini bersifat jinak, beberapa di antaranya
dapat bersifat ganas. Jenis kanker tulang ini umumnya menyerang tulang lengan
dan tulang tungkai dekat lutut. Tumor ini jarang menyebar ke bagian tubuh lain
yang jauh, namun sering muncul kembali meskipun telah diangkat.
Pengobatan Kanker Tulang
Pilihan pengobatan kanker tulang
tergantung kepada tingkat keparahan, lokasi, dan jenis kanker. Penanganan
kanker tulang dapat dilakukan dengan operasi, kemoterapi, atau radioterapi.
Operasi
Operasi bertujuan untuk
mengangkat bagian tulang yang terkena kanker, dan jaringan di sekitarnya bila
diperlukan. Beberapa jenis operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi kanker
tulang adalah :
Operasi pengangkatan tulang.
Operasi pengangkatan tulang
dilakukan bila kanker belum menyebar ke luar tulang, dan tulang masih bisa
dibentuk ulang. Dalam prosedur ini, bagian tulang yang terkena kanker akan diangkat,
lalu diganti dengan tulang buatan dari logam (prostesis). Adapun otot, pembuluh
darah dan saraf di sekitar tulang akan dibiarkan. Bila tulang yang terkena
kanker terletak di dekat sendi seperti di lutut, dokter ortopedi juga dapat
mengangkat sendi dan menggantinya dengan sendi buatan.
Amputasi.
Amputasi adalah pengangkatan
sebagian atau seluruh bagian tungkai yang terkena kanker, kemudian menggantinya
dengan tungkai buatan. Prosedur ini dilakukan bila kanker telah menyebar ke
area lain di sekitar tulang. Pada amputasi, dokter akan mengangkat seluruh
bagian tulang, otot, pembuluh darah, dan saraf di sekitar tulang yang sudah
terkena kanker.
Setelah operasi berhasil, pasien
disarankan untuk menjalani fisioterapi, guna mengembalikan fungsi organ pada bagian
yang dioperasi.
Kemoterapi
Kemoterapi merupakan pemberian
obat antikanker melalui suntikan ke pembuluh darah. Kemoterapi dapat dilakukan
dalam beberapa cara, yaitu :
Dikombinasikan dengan terapi
radiasi sebelum pasien menjalani operasi. Metode yang dikenal sebagai
kemoradiasi ini efektif dalam menangani sarkoma Ewing.
Diberikan sebelum operasi untuk
menyusutkan ukuran kanker, agar bisa diangkat tanpa harus menjalani amputasi.
Diberikan setelah operasi guna
mencegah sel kanker tumbuh kembali.
Diberikan untuk meredakan gejala
(kemoterapi paliatif) pada pasien yang tidak bisa ditangani dengan cara apa
pun.
Pelaksanaan kemoterapi terbagi
menjadi beberapa siklus, yang tiap siklusnya berlangsung selama beberapa hari.
Ada jeda waktu beberapa minggu antara satu siklus dengan siklus selanjutnya,
agar pasien dapat memulihkan diri dari efek kemoterapi. Jumlah siklus
kemoterapi yang dibutuhkan akan berbeda pada tiap pasien, tergantung kepada
jenis dan tingkat keparahan kanker yang diderita.
Radioterapi
Radioterapi atau terapi radiasi
dilakukan dengan memancarkan sinar radiasi tinggi, seperti sinar X. Prosedur
ini lazimnya dilakukan sebelum operasi guna menyusutkan sel kanker, sehingga
kanker lebih mudah diangkat. Radioterapi umumnya dilakukan 5 kali dalam
seminggu, yang tiap sesinya berlangsung selama beberapa menit.
Sama seperti kemoterapi,
radioterapi juga dapat dilakukan untuk meredakan gejala dan memperlambat
perkembangan kanker pada pasien kanker tulang yang tidak dapat diobati lagi
dengan cara apa pun.
S. LUTENA adalah suplemen bergizi
y ang banyak mengandung carotenoid(β-karotin)&α-Karotin yang bermanfaat dan
sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna hijau,kuning dan merah.
Produk ini diciptakan bagi mereka
yang sibuk dan kurang mengkonsumsi gizi yang dibutuhkan setiap harinya.
Kandungan gizi yang terdapat pada produk ini telah memenuhi standar dari
Kementrian Kesehatan ,Tenaga Kerja dan Kesejahteraan.
S. LUTENA adalah suplemen bergizi
yang banyak mengandung carotenoid (β-karotin) & α-Karotin yang bermanfaat
dan sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna hijau,kuning dan merah.
Kandungani β-Karotin &
α-Karotin yang terdapat dalam Lutena bisa menambah energi penting dalam tubuh
dengan jumlah yang lebih besar.
Produk ini menyediakan suplemen yang
tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan
sehari-hari karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui selama
jumlah spesifik nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM
1 PRODUK SEJUTA MANFAAT
DI Jepang S LUTENA disebut
sebagai makanan ANTI KANKER no 1 Di Jepang karena S Lutena kaya akan unsur
pigmen kuning & hijau buah-buahan & sayuran.
Prinsip dalam pengobatan S Lutena
adalah harus sabar dan telaten dalam konsumsinya, banyak orang mengharapkan
kesembuhan instan yang ingin segera sembuh hanya konsumsi beberapa kapsul saja,
itu sebenarnya bukan hal yang mustahil semua tergantung dengan berat ringannya
penyakit dan baik tidaknya metabolisme tubuh.
Rata-rata dalam penyembuhan
penyakit berat perlu waktu dan tidak boleh putus asa. Karena bila berhenti
ditengah jalan akan sia-sia saja apa yang dilakukan.
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pembelian hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Herbaljepang.com
Trimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar