Usia memang tidak pernah bohong.
Jika saat ini sedang menginjak usia 30-an, tak jarang tubuh terasa cepat lelah.
Padahal aktivitas yang dilakukan sehari-hari pin tidak terlalu berat. Berbeda
jika dibandingkan saat usia 20-1n, melakukan aktivitas yang dua kali lebih
berat justru tidak merasa lelah.
eseorang dikatakan mulai menua
ketika berusia 30-an. Gejala yang dialami biasanya lebih mudah lelah, gampang
pegal linu, tubuh terasa kaku, sering merasa tidak enak badan, dan mudah sakit.
Jika tanda-tanda tersebut sudah
mulai dirasakan, tandanya gejala awal penuaan terjadi di dalam tubuh. Kira-kira
kenapa saat usia 30-an tubuh jadi mudah capek, lelah, dan pegal?
berikut adalah penyakit yang
mungkin berhubungan dengan rasa lelah yang Anda rasakan :
1. Anemia
Selain cepat lelah, orang yang
mengalami anemia juga biasanya merasakan pusing, kedinginan, dan demam. Anemia
sering kali terjadi pada wanita dan anak-anak. Anemia adalah keadaan di mana
tubuh kekurangan sel darah merah, biasanya hal ini disebabkan akibat kekurangan
zat besi. Ketika anemia terjadi, maka pembuluh darah tidak mampu
mendistribusikan oksigen serta makanan ke sel-sel tubuh. Sehingga, sel-sel
tubuh yang seharusnya menghasilkan energi dari oksigen serta makanan tersebut,
menjadi tidak memproduksi energi. Kemudian, tubuh menjadi kekurangan energi dan
merasa kelelahan. Penyebab lain yang menyebabkan anemia adalah kekurangan
vitamin B12 dan asam folat. Penyakit kronis, seperti diabetes mellitus dan
penyakit ginjal juga dapat mengakibatkan tubuh kekurangan sel darah merah.
2. Depresi dan stres
Jika Anda sedang merasa tertekan,
sedih, atau depresi, tidak heran kalau Anda sering cepat lelah. Para ahli
menyatakan bahwa depresi sering ditemukan pada kelompok usia 15 hingga 30
tahun. Banyak hal yang dapat membuat seseorang mengalami depresi. Seseorang
yang mengalami depresi sering tidak ingin melakukan aktivitas apapun, merasa
kelelahan sepanjang hari, kehilangan nafsu makan atau bahkan sebaliknya, makan
dalam jumlah banyak sebagai pelarian dari rasa stress yang sedang dialami.
3. Fibromyalgia
Fibromyalgia adalah salah satu
penyakit yang bisa menyebabkan kelelahan kronis dan nyeri pada tulang serta
otot, terutama pada perempuan. Jika Anda mengalami fibromyalgia, maka Anda akan
terus merasa mengantuk terus walaupun sudah tidur berjam-jam. Penyakit
fibromyalgia disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu usia yang umumnya dialami
oleh orang-orang yang berusia 30 hingga 50 tahun, faktor keturunan, trauma, dan
berbagai penyakit yang berhubungan dengan tulang, otot, serta sendi. Salah satu
cara untuk mengurangi gejala dari sindrom ini adalah dengan melakukan olahraga
teratur. Dengan melakukan olahraga teratur, juga bisa memperbaiki kualitas
tidur Anda yang sebelumnya terganggu serta memperbaiki mood. Olahraga yang
dianjurkan adalah berenang atau jenis olahraga lain yang berintensitas sedang.
4. Alergi makanan atau
intoleransi makanan
Makanan memang memberikan energi
bagi tubuh, namun bagi sebagian orang yang memiliki alergi, makanan yang
membuatnya alergi justru membuatnya cepat lelah. Kelelahan dalam hal ini
merupakan tanda dari alergi atau intoleransi suatu makanan. Oleh karena itu,
hindari makanan-makanan yang membuat Anda alergi. Jika belum mengetahui makanan
apa yang membuat Anda alergi, maka sebaiknya diskusikan hal tersebut ke dokter
Anda. Makanan yang membuat Anda alergi juga dapat membuat Anda sangat mengantuk
dengan jarak waktu 10 sampai 30 menit setelah mengonsumsinya.
5. Penyakit jantung
Jika Anda merasa kelelahan ketika
berjalan sebentar dengan jarak yang dekat atau naik beberapa anak tangga, maka
kemungkinan Anda memiliki masalah kesehatan jantung. Berbagai penyakit jantung,
seperti penyakit jantung koroner, gagal jantung, atau berbagai gangguan
pembuluh darah lainnya memiliki gejala yang sama yaitu kelelahan. Penyakit
jantung ini telah menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Oleh karena
itu, jika Anda sering merasa kelelahan walaupun melakukan aktivitas yang
ringan, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter.
6. Rematik
Rematik adalah peradangan yang
terjadi pada sendi dan menimbulkan gejala seperti bengkak, kemerahan, rasa
nyeri, kekakuan, dan rasa lelah yang berlebihan. Penyakit ini sering dialami
oleh kelompok dengan rentang usia 20 sampai 40 tahun dan cenderung dialami oleh
perempuan. Penyebab dari rematik adalah autoimun atau sistem kekebalan tubuh
yang terganggu kemudian menyebabkan sendi menjadi meradang.
7. Sleep apnea
Sleep apnea adalah gangguan sulit
bernapas ketika tidur. Seseorang yang mengalami gangguan ini mengalami gejala
kelelahan yang berlebihan, kelelahan ketika bangun tidur, serta mendengkur
ketika tidur. Beberapa risiko yang mengakibatkan sleep apnea terjadi yaitu
obesitas, kebiasaan merokok, serta gaya hidup yang tidak sehat.
8. Diabetes tipe 2
Gejala yang dialami oleh
penderita penyakit diabetes mellitus tipe 2 yaitu kehilangan berat badan, cepat
lelah, peningkatan urin, terus merasa haus dan lapar. Berbeda dengan diabetes
tipe 1, diabetes tipe 2 diakibatkan oleh pola hidup yang tidak sehat, konsumsi
gula serta lemak yang tinggi, serta jarang melakukan aktivitas fisik, sehingga
tubuhnya tidak bisa mengontrol kadar gula darah yang meningkat. Ketika
seseorang telah mengalami diabetes, maka orang tersebut tidak bisa lagi sembuh
dari penyakit ini. Namun, penyakit ini masih bisa dikontrol dengan cara
mencegah peningkatan kadar gula darah sangat tinggi yang akan menyebabkan
dampak buruk bagi kesehatan.
9. Hipotirodisme
Kelenjar tiroid merupakan organ
tubuh yang mengatur berbagai fungsi tubuh seperti, sistem pernapasan, denyut
jantung, suhu tubuh, kadar lemak dalam tubuh, sistem saraf, dan sebagainya.
Ketika kelenjar tiroid tidak bekerja dengan baik, maka kondisi tersebut dapat
disebut sebagai hipotiroidisme. Penyakit ini disebabkan oleh autoimun atau
gangguan pada sistem kekebalan tubuh. Hipotirodisme memiliki gejala seperti depresi,
kenaikan berat badan, kelelahan, dan mudah kedinginan.
Natural B Complex Nutrilite
Herbal Vitamin B Kompleks
Vitamin B kompleks adalah istilah
untuk gabungan dari berbagai vitamin B. Vitamin B memegang peranan penting
dalam tubuh. Kekurangan vitamin B dapat menyebabkan berbagai kondisi seperti :
penyakit beri-beri, anemia, kram otot, kulit kering, kesemutan, mudah lelah,
nafsu makan berkurang, depresi, kerontokan, dan melemahnya sistem kekebalan
tubuh.
Nutrilite Natural B Complex
aadalah suplemen vitamin B kompleks dari bahan alami. Terdiri dari 7 macam
vitamin B (vit B1, B2, B3, B5, B6, B9, dan B12), membantu memenuhi kebutuhan
Vitamin B tubuh Anda.
MANFAAT Nutrilite Natural B
Complex:
– Vitamin B1 (Tiamin): menjaga
kesehatan sistem syaraf, mengubah makanan menjadi energi
– Vitamin B2 (Riboflavin) dan
Vitamin B3 (Niacin): menjaga kesehataan kulit dan mata
– Vitamin B5 (Niacin): membantu
pertumbuhan tubuh dan produksi hormon
– Vitamin B6 (Pyridoxin):
membantu hemoglobin mengedarkan oksigen dalam darah, mengubah protein dan
karbohidrat menjadi energi.
– Vitain B9 (Folic acid):
memproduksi sel darah merah, membantu sel dalam menjaga DNA, menurunkan resiko
bayi cacat saat dalam kandungan
– Vitamin B12 (Cobalamin):
memproduksi sel darah merah, mengubah makanan menjadi energi
KOMPOSISI:
Diambil dari ragi Saccharomyces
cerevisiae, kaya akan sumber vitamin B dan mudah dicerna.
KANDUNGAN:
– Tiamin (Vit. B1) 1,2 mg
– Riboflavin (Vit. B2) 1,2 mg
– Niasin (Vit. B3) 6,6 mg
– Vitamin B6 1,2 mg
– Asam Folat 133 mcg
– Vitamin B12 2 mcg
– Asam Pantotenat (Vit. B5) 5 mg
– Energi 0,4 kcal (1,7 kJ)
– Protein 0,07 g
– Karbohidrat 0,03 g
COCOK DIKONSUMSI OLEH:
– Anda yang beraktivitas tinggi
an membutuhkan stamina dan energi.
– Anda yang ingin menjaga
kesehatan syaraf
– Anda yang sedang dalam masa
kehamilan dan menyusui
– Anda yang mengalami anemia
– Anak usia 4 tahun keatas yang
aktif
ANJURAN PEMAKAIAN:
1 – 2 tablet per hari, setelah
makan
SPEK:
0.57 gr x 100 tablet
Untuk informasi lebih lanjut dan
info pembelian hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web : Herbaljepang.com
Trimakasih.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar