Rabu, 20 Maret 2019

CARA MENGATASI PENYAKIT HERPES



Herpes merupakan nama kelompok virus herpesviridae yang dapat menginfeksi manusia. Infeksi virus herpes dapat ditandai dengan munculnya lepuhan kulit dan kulit kering. Jenis virus herpes yang paling terkenal adalah herpes simplex virus atau HSV. Herpes simplex dapat menyebabkan infeksi pada daerah mulut, wajah, dan kelamin (herpes genitalia).

Pembagian kelompok virus herpesviridae adalah sebagai berikut:

Alfa herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang pendek, serta berpotensi menjadi tersembunyi dan infeksi muncul kembali (infeksi laten) di sel saraf. Contoh alfa herpesvirus adalah HSV tipe 1 dan 2, serta virus varicella-zoster.
Beta herpesvirus. Kelompok virus ini memiliki siklus hidup untuk menggandakan diri yang panjang dan infeksi virus ini berjalan lambat dalam tubuh manusia. Contoh beta herpesvirus adalah cytomegalovirus, serta herpesvirus 6 dan 7.
Gamma herpesvirus. Contohnya adalah Epstein-Barr virus dan human herpesvirus 8.

Virus Penyebab dan Gejala Herpes :

HSV 1

Herpes simplex virus tipe 1 (HSV 1) merupakan virus yang dapat menyebar dengan cepat, dan umumnya menyebabkan herpes oral (mulut). Akan tetapi HSV 1 juga dapat menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) jika menyebar dari mulut ke alat kelamin pada saat melakukan hubungan seksual melalui oral. HSV 1 dapat menular melalui kontak langsung sederhana dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman, berbagai pakai peralatan makan atau lipstik dan kosmetik. HSV 1 bahkan dapat ditularkan dari seseorang yang mengalami infeksi HSV 1 namun tanpa gejala.

Gejala yang dapat ditimbulkan oleh infeksi HSV 1 atau herpes oral adalah:

Diawali dengan demam, nyeri otot, dan lemas.
Muncul rasa nyeri, gatal, rasa terbakar atau ditusuk pada tempat infeksi.
Kemudian timbul blister, yaitu lesi kulit seperti melepuh yang pecah dan mengering dalam beberapa hari.
Blister yang pecah tersebut mengakibatkan luka dengan rasa nyeri. Bila terjadi di mulut, bisa mengganggu makan.
HSV 2

Herpes simplex virus tipe 2 (HSV 2) merupakan penyebab penyakit herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak dengan luka pada penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

Baik HSV 1 maupun HSV 2 dapat menjadi infeksi laten di sel saraf dan berisiko muncul kembali saat seseorang mengalami demam, cedera, stres, dan menstruasi. HSV 2 sendiri dapat lebih mudah menginfeksi seseorang jika :
  • Berjenis kelamin perempuan.
  • Bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah.
  • Sedang mengalami penyakit menular seksual selain herpes.
  • Melakukan hubungan seksual di usia muda.

Beberapa gejala yang umumnya muncul pada penderita herpes genital, antara lain :
  • Gatal.
  • Sakit pada saat buang air kecil.
  • Keluarnya cairan dari vagina.
  • Munculnya benjolan di selangkangan.
  • Munculnya koreng yang menyakitkan pada kemaluan, pantat, anus, atau paha.

VZV
Varicella-zoster virus (VZV) merupakan virus kelompok alfa herpesviridae yang menjadi penyebab cacar air dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika virus varicella-zoster menginfeksi seorang anak pertama kali. Sedangkan herpes zoster terjadi ketika cacar air yang diderita seseorang sudah sembuh namun di tubuh orang tersebut masih ada virus varicella-zoster yang bersifat laten dan muncul kembali.

VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Virus ini dapat menimbulkan bintil pada kulit penderita (vesikel) yang berisi cairan dan dapat menjadi perantara penularan virus. Selain itu, VZV juga dapat menular melalui percikan ludah, yaitu pada saat penderita cacar air bersin atau batuk.

Seseorang lebih mudah terkena infeksi virus varicella-zoster jika :
  1. Berusia di bawah 12 tahun.
  2. Mengalami permasalahan sistem imun, baik akibat penyakit maupun obat-obatan.
  3. Pernah mengalami kontak langsung dengan penderita cacar air.
  4. Bekerja atau beraktivitas di sekolah atau fasilitas khusus anak-anak.
  5. Tinggal bersama anak-anak.
Jika seseorang pernah mengalami cacar air sebelumnya dan sembuh, risiko orang tersebut untuk mengalami cacar air kembali berkurang karena adanya kekebalan. Kekebalan tubuh terhadap virus varicella-zoster juga dapat diperoleh melalui vaksinasi. Seorang ibu hamil yang memiliki kekebalan terhadap VZV dapat memberikan kekebalannya kepada janin melalui transfer antibodi. Kekebalan janin yang diperoleh dengan cara tersebut dapat bertahan sekitar 3 bulan sejak lahir.

Herpes zoster dapat terjadi pada siapa saja yang pernah mengalami cacar air. Akan tetapi seseorang dapat lebih mudah terkena herpes zoster jika :
  1. Berusia 60 tahun ke atas.
  2. Sedang menjalani pengobatan kemoterapi atau radioterapi.
  3. Sedang menjalani pengobatan yang dapat memengaruhi atau melemahkan sistem imun (imunosupresan).
  4. Menderita penyakit yang dapat melemahkan sistem imun seperti HIV/AIDS atau kanker.
  5. Gejala cacar air dimulai dengan ruam kulit berisi cairan (vesikel) yang terasa gatal. Vesikel yang muncul dapat diikuti dengan adanya gejala lain, seperti demam, hilangnya nafsu makan dan sakit kepala. Virus tersebut sudah berada di dalam tubuh penderita selama 7-21 hari sebelum dapat menimbulkan ruam dan gejala lainnya. Penderita sudah dapat menularkan virus varicella-zoster ke orang lain sejak 48 jam sebelum munculnya ruam.


Jika penderita cacar air yang sudah sembuh kemudian mengalami herpes zoster, gejala yang muncul biasanya berupa rasa nyeri dan panas pada kulit di salah satu sisi bagian tubuh, sesuai dengan penjalaran saraf tempat VZV bersembunyi. Nyeri dan panas di bagian tersebut akan diikuti dengan munculnya ruam kemerahan, membentuk lepuhan (blister) berisi air dan gatal.

Obat dan pengobatan

Pada dasarnya, tidak ada obat yang dapat menyingkirkan virus herpes. Namun, dokter biasanya akan meresepkan antivirus seperti acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir untuk membantu mencegah virus berkembang biak.

Selain itu, obat antivirus ini juga digunakan untuk membantu mengurangi keparahan gejala dan mengurangi risiko penularan virus ke orang lain. Biasanya, obat-obatan ini berbentuk pil dan juga krim. Namun, untuk kasus yang cukup parah dokter akan memberikannya melalui suntikan.

Acyclovir
Acyclovir termasuk obat herpes kulit yang pertama kali diproduksi dalam bentuk salep dan saat ini lebih banyak yang berbentuk pil. Dikutip dari American Sexual Health Association acyclovir telah terbukti aman digunakan setiap hari selama 10 tahun.

Valacyclovir
Obat herpes kulit yang satu ini menggunakan acyclovir sebagai bahan aktifnya. Jenis obat ini membuat acyclovir lebih mudah diserap tubuh. Meski begitu, obat ini tidak bisa digunakan untuk menghilangkan virus dari tubuh tetapi cukup efektif untuk mengurangi gejala dan mempercepat penyembuhan.

Famciclovir
Obat herpes kulit ini yang menggunakan penciclovir sebagai bahan aktifnya untuk menghentikan HSV bereplikasi menjadi semakin banyak. Obat herpes famciclovir mampu bertahan lebih lama di dalam tubuh sehingga bisa dikonsumsi lebih jarang dibandingkan dengan acyclovir.

Sama seperti herpes simpleks, tidak ada obat yang bisa menghilangkan virus herpes zoster secara khusus. Akan tetapi, beberapa jenis obat herpes kulit dapat diresepkan untuk membantu meringankan gejala dan memperpendek masa kekambuhan infeksi. Berikut ini berbagai obat herpes kulit yang biasa diresepkan dokter.

Obat antivirus seperti acyclovir, famiciclovir, dan valacyclovir membantu mengurangi rasa sakit dan mempercepat penyembuhan. Obat herpes kulit ini dikonsumsi 2 hingga 5 kali sehari sesuai resep dokter.

Obat antiradang seperti ibuprofen untuk mengurangi rasa sakit dan pembengkakan. Dikonsumsi setiap 6 hingga 8 jam sekali.

Obat dari golongan narkotika dan analgesik untuk mengurangi rasa sakit, biasanya dikonsumsi dua kali sehari atau sesuai resep dokter.

Antikonvulsan atau antidepresan trisiklik untuk mengobati rasa sakit yang berkepanjangan, biasanya dikonsumsi 1 atau 2 kali sehari.

Antihistamin seperti diphenhydramine (Benadryl) untuk mengatasi rasa gatal, biasanya dikonsumsi setiap delapan jam sekali.

Krim, gel, atau patch mati rasa untuk seperti lidocaine untuk mengatasi rasa sakit, biasanya diaplikasikan saat diperlukan.

Capsaicin (Zostrix), membantu mengurangi risiko nyeri saraf yang disebut neuralgia pasca-herpes yang terjadi setelah Anda pulih dari herpes zoster.


Untuk mencegah terjadinya penyakit Herpes anda juga bisa mengkonsumsi suplemen herbal atau suplemen alami seperti S.LUTENA . S.LUTENA ini merupakan herbal alami yang dapat mengatasi dan mencegah terjadinya segala penyakit.

S. LUTENA adalah suplemen bergizi y ang banyak mengandung carotenoid(β-karotin)&α-Karotin yang bermanfaat dan sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna hijau,kuning dan merah.
Produk ini diciptakan bagi mereka yang sibuk dan kurang mengkonsumsi gizi yang dibutuhkan setiap harinya. Kandungan gizi yang terdapat pada produk ini telah memenuhi standar dari Kementrian Kesehatan ,Tenaga Kerja dan Kesejahteraan.

S. LUTENA adalah suplemen bergizi yang banyak mengandung carotenoid (β-karotin) & α-Karotin yang bermanfaat dan sebanding dengan mengkonsumsi sayuran berwarna hijau,kuning dan merah.
Kandungani β-Karotin & α-Karotin yang terdapat dalam Lutena bisa menambah energi penting dalam tubuh dengan jumlah yang lebih besar.
Produk ini menyediakan suplemen yang tepat untuk mereka yang tidak dapat mengkonsumsi jumlah nutrisi yang dibutuhkan sehari-hari karena berbagai alasan. Nilai gizi dari produk ini diakui selama jumlah spesifik nilai gizi memenuhi standar yang ditetapkan oleh BPOM

1 PRODUK SEJUTA MANFAAT
Prinsip utama dalam pengobatan S.Lutena adalah kesabaran dan ketelatenan dalam konsumsinya, tidak boleh tergesa-gesa. Kebanyakan orang mengharapkan kesembuhan instan hanya dengan mengkonsumsi beberapa kapsul saja, itu sebenarnya bukan hal yang mustahil semua tergantung dengan berat ringannya penyakit dan baik tidaknya metabolisme tubuh. Rata-rata dalam penyembuhan penyakit berat perlu waktu dan tidak boleh putus asa. Karena bila berhenti ditengah jalan akan sia-sia saja apa yang dilakukan selama ini.

Untuk informasi lebih lanjut, konsultasi dan Pemesanan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898
Web. Herbaljepang.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar