Tulang keropos dicap sebagai
gangguan kesehatan yang terjadi pada orang yang lanjut usia. Padahal, kondisi
ini bisa dialami oleh siapa saja, bahkan Anda yang masih berusia muda juga bisa
mengalami kekeroposan tulang. Lalu, apakah tulang keropos bisa disembuhkan? Apa
yang terjadi bila terus dibiarkan dan tidak ditangani?
Penyebab tulang keropos
Tulang adalah penopang utama dari
tubuh Anda. Oleh karena itu, tulang memang dirancang untuk sangat kuat dan
padat agar dapat menunjang kegiatan Anda sehari-hari seperti berjalan dan
berlari. Kepadatan tulang dipengaruhi oleh jumlah mineral yang ada pada tulang
Anda.
Mineral merupakan zat yang paling
banyak dalam menyusun tulang, yaitu mencapai 60-70% dan sementara sisanya
terdiri dari kolagen dan protein. Seseorang yang mengalami kekeroposan tulang
disebabkan oleh penurunan jumlah mineral
tulang.
Kondisi tulang keropos atau yang
mungkin lebih dikenal dengan sebutan osteoporosis adalah kondisi di mana tubuh
kehilangan banyak jaringan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos.
Saat tulang diletakkan di bawah mikroskop, tulang terlihat tak jauh berbeda
dengan sarang lebah, namun dengan ukuran lubang dan jarak yang lebih kecil.
Osteoporosis terjadi saat tulang
kehilangan mineral, dalam hal ini kalsium, lebih cepat dibandingkan dengan
kecepatan tubuh menggantikannya sehingga massa tulang jadi berkurang dan mudah
patah. Pada kondisi yang lebih serius, tulang tersebut bahkan mungkin saja
menjadi sangat rapuh dan mudah patah bahkan hanya karena benturan ringan.
Menurut seorang ahli endokrinologi, Paul Mystkowski, berikut beberapa hal yang
dapat menjadi penyebab tulang keropos :
1. Ketidakseimbangan hormon
Terdapat beberapa hormon yang
berperan dalam meningkatkan massa tulang, diantaranya hormon kalsitonin,
paratiroid, dan hormon pertumbuhan. Hormon-hormon inilah yang bertugas dalam
penggunaan kalsium oleh tulang serta menentukan kapan waktunya membentuk dan
menghancurkan tulang. Sehingga terganggunya kadar hormon-hormon tersebut dalam
tubuh dapat menjadi salah satu penyebab tulang keropos.
2. Kurangnya kadar kalsium
Keberadaan kalsium dalam darah
sangat dibutuhkan oleh beberapa organ seperti jantung, otot dan syaraf.
Sedangkan tulang adalah seperti wadah yang digunakan dalam menyimpan kalsium
dan fosfor. Sehingga, saat organ-organ tersebut membutuhkan kalsium,
organ-organ tersebut akan mengambilnya dari tulang.
Dengan kata lain, kadar kalsium
yang rendah dalam tubuh dan organ yang akan tetap mengambil kalsium dari
tulang, tentu akan menyebabkan tulang menipis hingga memudahkannya patah.
Selain kalsium, keberadaan kandungan fosfor dan vitamin D yang cukup dalam
tubuh juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tulang.
3. Aktivitas fisik yang rendah
Melakukan aktivitas fisik yang
sedikit dapat menjadi penyebab tulang keropos karena semakin jarangnya tulang
digunakan, maka tulang akan semakin lemah.
4. Kebiasaan merokok
Beberapa penelitian berhasil
mengungkapkan bahwa keracunan nikotin pada sel tulang dapat menyebabkan tubuh
jadi mengalami kesulitan dalam menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D
yang dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tulang.
Cara mencegah tulang keropos
Selain menyerupai sarang lebah,
struktur tulang juga menyerupai beton dalam bangunan maupun jembatan. Tulang
merupakan kerangka yang mampu menyangga tubuh, melindungi organ tubuh dari
benturan dan tempat terkaitnya otot sehingga otot mampu digerakkan dengan
sambungan tulang satu dan yang lainnya sebagai sarananya. Dengan kata lain,
tulang merupakan penunjang utama tubuh dalam beraktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, penting untuk
memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi sehari-hari baik untuk kesehatan
tulang. Pilihlah makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk menjaga
tulang tetap kuat dan tak mudah keropos.
Kalsum bisa didapat dari bayam,
kedelai, ikan, dan keju, sedangkan vitamin D bisa didapat dari sinar matahari
dan ikan berlemak.
Jika makanan sehari-hari ini
dirasa belum cukup memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin C, Anda juga bisa
mengonsumsi CDR, suplemen yang kaya akan kalsium, vitamin D, vitamin C, dan
vitamin B6 untuk menjaga kesehatan tulang hari ini hingga di masa senja nanti.
Osteopenia sebenarnya bukan lah
penyakit, karena pengeroposan tulang yang terjadi masih sedikit dan dalam tahap
awal. Kondisi ini adalah hal yang wajar dialami, apalagi ketika seseorang telah
memasuki usia 50 tahunan dan hal tersebut tak dapat dihindari.
Bila dokter Anda menyatakan bahwa
Anda telah mengalami osteopenia, meskipun usia Anda belum mencapai 50 tahun,
Anda masih dapat mencegahnya agar kondisi tersebut tak menjadi lebih buruk
yaitu osteoporosis.
Tak semua orang yang mengalami
osteopenia membutuhkan pengobatan medis khusus. Hal ini disesuaikan dengan
tingkat pengeroposan tulang yang terjadi pada masing-masing individu. Untuk
mencegahnya bertambah buruk, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat seperti,
lebih sering melakukan olahraga, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium
dan vitamin D, serta menghindari rokok dan alkohol.
Pada dasarnya tak ada yang bisa
membuat struktur atau kepadatan tulang Anda normal dan sama persis seperti sebelum Anda terkena
osteoporosis. Jadi, pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi osteoporosis
sebenarnya lebih bertujuan untuk mencegah agar penderita tidak mengalami patah
tulang, memperlambat proses pengeroposan yang sedang terjadi, dan meningkatkan
kepadatan tulang sedikit demi-sedikit.
Obat-obatan yang biasanya
diberikan pada penderita osteoporosis adalah :
- Bisphosphonates, seperti Fosamax, Boniva, Actonel, dan Reclast
- Calcitonin, seperti Fortical dan Miacalcin
- Terapi hormon estrogen
Sementara, Anda juga bisa
melakukan pencegahan sendiri dengan cara mengubah pola hidup Anda ke arah yang
lebih sehat, seperti mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin D dan
kalsium serta berolahraga secara rutin.
NUTRILITE Cal Mag D - Menjaga
Kepadatan Tulang
Tahukah Anda bahwa 99% dari
kandungan kalsium pada tubuh kita terdapat di tulang dan gigi, tak heran bila
tulang dan gigi menjadi kuat. Sementara kalsium lainnya berperan dalam pembekuan
darah. Oleh karenanya kebutuhan akan kalsium tubuh harus terus dijaga.
Untuk menjaga kepadatan tulang
diperlukan kalsium, magnesium dan vitamin D. NUTRILITE Cal Mag D mengandung
kalsium, magnesium dan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium hingga
2,5 kali lipat.
KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Mengandung Kalsium, yaitu mineral
untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah, serta
aktivitas otot dan saraf
Mengandung magnesium, yaitu
mineral untuk aktivitas otot dan saraf, metabolisme energi, serta pembentukan
tulang dan gigi
Kandungan vitamin D yang membantu
proses penyerapan mineral dalam tubuh, memelihara kesehatan tulang dan gigi
Fakta tentang NUTRILITE Cal Mag D
Mengapa bahan utama Nutrilite Cal
Mag D diambil dari kulit tiram bukan dari tulang hewan?
Nutrilite Cal Mag D dibuat dari
kulit tiram untuk menghindari kontaminasi logam berat yang dapat terjadi bila
hewan tersebut mengonsumsi pakan yang ditanam di daerah yang terkontaminasi.
Dengan kulit tiram sebagai sumber upaya untuk memurnikan kalsium dapat
dilakukan dengan baik. Bentuk kalsium karbonat dari kulit tiram merupakan salah
satu bentuk terbaik yang mudah diserap.
Apakah mereka ang alergi susu
dapat mengonsumsi Nutrilite Cal Mag D?
Alergi susu atau lactose
intolerance terjadi karena seseorang mengalami alergi pada jenis karbohidrat
susu yaitu laktosa. Karena produk in tidak mengandung laktosa, mereka yang
menderita lactose intolerance dapat mengonsumsi Nutrilite Cal Mag D.
Mengapa Nutrilite Cal Mag D kini
ditambahkan vitamin D?
Vitamin D diketahui bermanfaat
untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, serta dapat membantu
penyerapan mineral terutama kalsium dan fosfor dalam tubuh hingga 2,5 kali
lipat.
Siapa yang dianjurkan
- Anak-anak usia 4 tahun ke atas
- Orang yang ingin memelihara
kesehatan tulang
- Wanita hamil & menyusui
- Orang lanjut usia
- Wanita di masa menopause
Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk silahkan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898



Tidak ada komentar:
Posting Komentar