Rabu, 13 Maret 2019

MENCEGAH TULANG KEROPOS



Tulang keropos dicap sebagai gangguan kesehatan yang terjadi pada orang yang lanjut usia. Padahal, kondisi ini bisa dialami oleh siapa saja, bahkan Anda yang masih berusia muda juga bisa mengalami kekeroposan tulang. Lalu, apakah tulang keropos bisa disembuhkan? Apa yang terjadi bila terus dibiarkan dan tidak ditangani?

Penyebab tulang keropos

Tulang adalah penopang utama dari tubuh Anda. Oleh karena itu, tulang memang dirancang untuk sangat kuat dan padat agar dapat menunjang kegiatan Anda sehari-hari seperti berjalan dan berlari. Kepadatan tulang dipengaruhi oleh jumlah mineral yang ada pada tulang Anda.

Mineral merupakan zat yang paling banyak dalam menyusun tulang, yaitu mencapai 60-70% dan sementara sisanya terdiri dari kolagen dan protein. Seseorang yang mengalami kekeroposan tulang disebabkan oleh penurunan  jumlah mineral tulang.
Kondisi tulang keropos atau yang mungkin lebih dikenal dengan sebutan osteoporosis adalah kondisi di mana tubuh kehilangan banyak jaringan tulang, sehingga tulang menjadi rapuh dan keropos. Saat tulang diletakkan di bawah mikroskop, tulang terlihat tak jauh berbeda dengan sarang lebah, namun dengan ukuran lubang dan jarak yang lebih kecil.

Osteoporosis terjadi saat tulang kehilangan mineral, dalam hal ini kalsium, lebih cepat dibandingkan dengan kecepatan tubuh menggantikannya sehingga massa tulang jadi berkurang dan mudah patah. Pada kondisi yang lebih serius, tulang tersebut bahkan mungkin saja menjadi sangat rapuh dan mudah patah bahkan hanya karena benturan ringan. Menurut seorang ahli endokrinologi, Paul Mystkowski, berikut beberapa hal yang dapat menjadi penyebab tulang keropos :

1. Ketidakseimbangan hormon
Terdapat beberapa hormon yang berperan dalam meningkatkan massa tulang, diantaranya hormon kalsitonin, paratiroid, dan hormon pertumbuhan. Hormon-hormon inilah yang bertugas dalam penggunaan kalsium oleh tulang serta menentukan kapan waktunya membentuk dan menghancurkan tulang. Sehingga terganggunya kadar hormon-hormon tersebut dalam tubuh dapat menjadi salah satu penyebab tulang keropos.

2. Kurangnya kadar kalsium
Keberadaan kalsium dalam darah sangat dibutuhkan oleh beberapa organ seperti jantung, otot dan syaraf. Sedangkan tulang adalah seperti wadah yang digunakan dalam menyimpan kalsium dan fosfor. Sehingga, saat organ-organ tersebut membutuhkan kalsium, organ-organ tersebut akan mengambilnya dari tulang.

Dengan kata lain, kadar kalsium yang rendah dalam tubuh dan organ yang akan tetap mengambil kalsium dari tulang, tentu akan menyebabkan tulang menipis hingga memudahkannya patah. Selain kalsium, keberadaan kandungan fosfor dan vitamin D yang cukup dalam tubuh juga sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tulang.

3. Aktivitas fisik yang rendah
Melakukan aktivitas fisik yang sedikit dapat menjadi penyebab tulang keropos karena semakin jarangnya tulang digunakan, maka tulang akan semakin lemah.

4. Kebiasaan merokok
Beberapa penelitian berhasil mengungkapkan bahwa keracunan nikotin pada sel tulang dapat menyebabkan tubuh jadi mengalami kesulitan dalam menggunakan estrogen, kalsium, dan vitamin D yang dibutuhkan dalam menjaga kesehatan tulang.

Cara mencegah tulang keropos

Selain menyerupai sarang lebah, struktur tulang juga menyerupai beton dalam bangunan maupun jembatan. Tulang merupakan kerangka yang mampu menyangga tubuh, melindungi organ tubuh dari benturan dan tempat terkaitnya otot sehingga otot mampu digerakkan dengan sambungan tulang satu dan yang lainnya sebagai sarananya. Dengan kata lain, tulang merupakan penunjang utama tubuh dalam beraktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa makanan yang Anda konsumsi sehari-hari baik untuk kesehatan tulang. Pilihlah makanan yang kaya akan kalsium dan vitamin D untuk menjaga tulang tetap kuat dan tak mudah keropos.

Kalsum bisa didapat dari bayam, kedelai, ikan, dan keju, sedangkan vitamin D bisa didapat dari sinar matahari dan ikan berlemak.

Jika makanan sehari-hari ini dirasa belum cukup memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin C, Anda juga bisa mengonsumsi CDR, suplemen yang kaya akan kalsium, vitamin D, vitamin C, dan vitamin B6 untuk menjaga kesehatan tulang hari ini hingga di masa senja nanti.

Osteopenia sebenarnya bukan lah penyakit, karena pengeroposan tulang yang terjadi masih sedikit dan dalam tahap awal. Kondisi ini adalah hal yang wajar dialami, apalagi ketika seseorang telah memasuki usia 50 tahunan dan hal tersebut tak dapat dihindari.

Bila dokter Anda menyatakan bahwa Anda telah mengalami osteopenia, meskipun usia Anda belum mencapai 50 tahun, Anda masih dapat mencegahnya agar kondisi tersebut tak menjadi lebih buruk yaitu osteoporosis.

Tak semua orang yang mengalami osteopenia membutuhkan pengobatan medis khusus. Hal ini disesuaikan dengan tingkat pengeroposan tulang yang terjadi pada masing-masing individu. Untuk mencegahnya bertambah buruk, Anda dapat menerapkan pola hidup sehat seperti, lebih sering melakukan olahraga, mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium dan vitamin D, serta menghindari rokok dan alkohol.

Pada dasarnya tak ada yang bisa membuat struktur atau kepadatan tulang Anda normal  dan sama persis seperti sebelum Anda terkena osteoporosis. Jadi, pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi osteoporosis sebenarnya lebih bertujuan untuk mencegah agar penderita tidak mengalami patah tulang, memperlambat proses pengeroposan yang sedang terjadi, dan meningkatkan kepadatan tulang sedikit demi-sedikit.

Obat-obatan yang biasanya diberikan pada penderita osteoporosis adalah :
  • Bisphosphonates, seperti Fosamax, Boniva, Actonel, dan Reclast
  • Calcitonin, seperti Fortical dan Miacalcin
  • Terapi hormon estrogen

Sementara, Anda juga bisa melakukan pencegahan sendiri dengan cara mengubah pola hidup Anda ke arah yang lebih sehat, seperti mengonsumsi berbagai makanan yang mengandung vitamin D dan kalsium serta berolahraga secara rutin.


NUTRILITE Cal Mag D - Menjaga Kepadatan Tulang
Tahukah Anda bahwa 99% dari kandungan kalsium pada tubuh kita terdapat di tulang dan gigi, tak heran bila tulang dan gigi menjadi kuat. Sementara kalsium lainnya berperan dalam pembekuan darah. Oleh karenanya kebutuhan akan kalsium tubuh harus terus dijaga.

Untuk menjaga kepadatan tulang diperlukan kalsium, magnesium dan vitamin D. NUTRILITE Cal Mag D mengandung kalsium, magnesium dan vitamin D untuk meningkatkan penyerapan kalsium hingga 2,5 kali lipat.


KEUNGGULAN DAN MANFAAT
Mengandung Kalsium, yaitu mineral untuk memelihara kesehatan tulang dan gigi, membantu pembekuan darah, serta aktivitas otot dan saraf
Mengandung magnesium, yaitu mineral untuk aktivitas otot dan saraf, metabolisme energi, serta pembentukan tulang dan gigi
Kandungan vitamin D yang membantu proses penyerapan mineral dalam tubuh, memelihara kesehatan tulang dan gigi

Fakta tentang NUTRILITE Cal Mag D
Mengapa bahan utama Nutrilite Cal Mag D diambil dari kulit tiram bukan dari tulang hewan?
Nutrilite Cal Mag D dibuat dari kulit tiram untuk menghindari kontaminasi logam berat yang dapat terjadi bila hewan tersebut mengonsumsi pakan yang ditanam di daerah yang terkontaminasi. Dengan kulit tiram sebagai sumber upaya untuk memurnikan kalsium dapat dilakukan dengan baik. Bentuk kalsium karbonat dari kulit tiram merupakan salah satu bentuk terbaik yang mudah diserap.

Apakah mereka ang alergi susu dapat mengonsumsi Nutrilite Cal Mag D?
Alergi susu atau lactose intolerance terjadi karena seseorang mengalami alergi pada jenis karbohidrat susu yaitu laktosa. Karena produk in tidak mengandung laktosa, mereka yang menderita lactose intolerance dapat mengonsumsi Nutrilite Cal Mag D.

Mengapa Nutrilite Cal Mag D kini ditambahkan vitamin D?
Vitamin D diketahui bermanfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang dan gigi, serta dapat membantu penyerapan mineral terutama kalsium dan fosfor dalam tubuh hingga 2,5 kali lipat.

Siapa yang dianjurkan
- Anak-anak usia 4 tahun ke atas
- Orang yang ingin memelihara kesehatan tulang
- Wanita hamil & menyusui
- Orang lanjut usia
- Wanita di masa menopause


Untuk informasi lebih lanjut dan info pembelian produk silahkan hubungi :
Tlp. 0856.9281.9898

Tidak ada komentar:

Posting Komentar